|
Nasional
Bantuan Aceh Menumpuk di Dua Gudang Armatim
Selasa, 04 Januari 2005 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Bantuan untuk korban bencana alam gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara terus mengalir ke Posko Bencana Alam Armada RI Kawasan Timur (Armatim).
Bantuan itu kini menumpuk di dua gudang milik Armatim. Menurut Komadan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Armatim, Kolonel Laut (T) Edi Suwito, kepada Tempo News Room, di kantornya, Selasa (4/1), hingga saat ini Kopaska telah menerima ratusan ton bantuan untuk Aceh dan Sumut.
Bantuan itu berupa uang, bahan makanan, minuman dan pakaian. Data terakhir di Kopaska, uang yang telah masuk mencapai Rp 180 Juta lebih, beras 126 ton plus 3 truk, mie instan 38 ribu dus, biskuit 6 ribu dus ditambah 4 truk dan 3 mobil boks.
Selain itu, bahan makanan lainnya terdapat 52 koli, seperti sarden, ikan asin, makanan bayi, krupuk dan kecap. Bantuan berupa susu ada 691 dus, gula 44 koli, garam beryodium 200 bal, air mineral 34 ribu dus plus 5 truk dan 3 mobil boks, minuman suplemen 78 dus, sabun 29 dus dan minyak tanah 100 liter.
Sementara itu bantuan pakaian dan peralatan layak pakai juga telah bertumpuk disana. Termasuk obat-obatan. Bantuan itu berasal dari berbagai elemen masyarakat, organisasi masyarakat, perusahaan negara maupun swasta, media massa, pemerintah daerah, RT/RW dan pribadi-pribadi.
Menurut Kolonel Edi, Selain butuh bantuan seperti yang disebutkan itu, masyaraat Aceh dan Sumut membutuhkan lampu listrik dan kabel untuk penerangan. Sedangkan bantuan uang bisa dikirim setelah kondisi sudah mulai pulih. Sampai saat ini bantuan yang sudah dikirim ke Aceh sebanyak 4 kapal. Bantuan itu dimuat KRI Karel Satsuit Tubun (KST), KRI Teluk Bayur, KRI Multatuli dan KRI Teluk Sampit.
Dari pantauan TEMPO di Gudang Indosport Armatim, sekitar 100 prajurit dari beberapa kesatuan TNI AL selalu siaga menyambut kedatangan bantuan. Mereka sangat cepat dan sigap menurunkan barang bantuan dari atas truk. Seperti yang terjadi siang kemarin, satu truk bantuan mie instan dan baju bekas diturunkan tak lebih dari lima menit sambil tertawa riang. Barang-barang itu menumpuk setinggi tiga meter.
Kolonel Edi memperkirkan tidak lebih dari 2-3 hari lagi barang-barang bantuan itu akan dikirim ke Aceh. Kini KRI Dalpele yang mampu memuat puluhan ton barang akan segera tiba di Tanjung Perak setelah mengirim bantuan ke Nabire Papua. "Paling kita naikkan ke kapal, sehari sudah selesai, sudah penuh, kita berangkat,” ucap Edi.
Kini hampir 24 jam 100 personel TNI AL siaga mengangkat bantuan ke Aceh. Mereka kadang lembur hingga 24 jam. Karena hingga kini bantuan terus mengalir dengan truk, mobil boks dan taksi. "Kita memang bekerja ekstra cepat. Karena ini pekerjaan sosial. Kita sangat senang melakukannya," kata Letda Laut Arif Sugiono, Koordinator lapangan penerima bantuan.
Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|