|
Nasional
Sutjipto Sinyalir Pemerintah Akan Intervensi Kongres PDIP
Selasa, 04 Januari 2005 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang: Sekretaris Jenderal PDIP Sutjipto mensinyalir, pemerintah akan melakukan intervensi pada pelaksanaan Kongres PDIP di Bali pada Maret 2005. Pernyataan tersebut disampaikan Sutjipto kepada wartawan disela-sela acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP Jateng di Semarang, Selasa (4/1).
Upaya intervensi tersebut, menurutnya, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berangkat dari basis politik yang kecil, yakni Partai Demokrtat. Padahal, untuk menjaga stabalitas politik pemerintahan diperlukan basis politik yang kuat. Hal ini sudah terbukti dengan terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
?Kini setelah Golkar dikuasai Jusuf Kalla, maka lawan politik pemerintah yang relatif besar adalah PDIP. Ingat, dalam dunia politik, selain membangun kekuatan juga melumpuhkan kekuatan lawan,? katanya.
Tentang skenario apa yang akan digunakan SBY dalam dalam rangka mengkerdilkan PDIP, Sutjipto mengatakan, setidaknya ada dua scenario. Pertama, dengan menggagalkan tampilnya Megawati pada arena Kongres PDIP di Bali. Jika upaya ini gagal, maka skenerario kedua adalah dengan mengupayakan agar tim yang bekerja di DPP pimpinan Megawati nanti adalah orang-orang yang tidak loyal seperti saat tampilnya Megawati pasca-Kongres Luar Biasa, dimana akhirnya muncullah Kongres PDIP di Medan. ?Jadi jika skenario pertama gagal, saya khawatir, ada rekayasa politik ala Kongres Medan,? kata Sutjipto.
Secara terpisah, Roy BB Janis, salah satu Ketua DPP PDIP mengatakan, pada pelaksanaan Kongres PDIP di Bali nanti tidak menutup kemungkinan adanya intervensi dari pemerintah. Namun menurutnya, jika hal itu dilakukan oleh pemerintahan SBY, justru akan merugikan citra pemerintah sendiri karena apa yang dilakukan pemerintahan sekarang sama dengan yang dilakukan Golkar pada masa Orde Baru.
Sohirin?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|