|
Aceh
Menabrak Kerbau, Pesawat Kargo Tri M-G Tergelincir
Selasa, 04 Januari 2005 | 18:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah pesawat kargo Tri M-G yang sedang mendarat di bandar udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menabrak rombongan kerbau, Selasa (4/1) sekitar pukul 01.00. Akibatnya, roda dan sayap kiri pesawat patah, mesinnya rusak, tubuh pesawat tergelincir di landasan pacu pada posisi 1700 meter.
"Tergelincir setelah menabrak dua sampai tiga anak kerbau," kata Presiden Indonesian Air Trafic Controler Association, Adri Gunawan, kepada Tempo di bandara Sultan Iskandar Muda. Hingga pukul 13.30 pesawat belum beringsut dari landasan pacu.
Akibatnya, puluhan pesawat lain dari Banda Aceh menuju Medan dan sebaliknya, belum bisa diberangkatkan. Ribuan pengungsi dan relawan tertahan di bandara. Adri belum bisa memastikan pesawat dievakuasi, sehingga aktifitas bandara berjalan normal. "Kalau air bag tiba, sekitar satu setengah jam sudah normal kembali," ujarnya.
Adri menjelaskan, air bag yang mampu mengangkat pesawat sejenis boing 747 itu kini sedang dalam perjalanan menuju dari Medan. "Diangkut pesawat heli koper dengan bantuan TNI," kata Adri.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00. Malam itu Adri dan seorang rekannya sedang bertugas di trafic control bandara. Saat pesawat kargo Tri M-G mendarat kondisi mendarat dan pesawat dalam keadaan normal. Namun pada posisi 1500 meter di landasan pacu, Andri melihat percikan api dan asap di sebelah kiri badan pesawat.
"Saya sempat mengingatkan kepada pilot, dan dia bilang ada api di mesin," kata Adri. Namun dia tidak menyebutkan nama pilotnya. Pesawat berhenti di landasan pacu pada posisi 1700 meter. Pilot keluar dari emergency exit. Sementara itu, pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Ketika Adri menanyakan soal penyebabnya, pilot mengatakan sempat menabrak sesuatu saat tiba di landasan. Setelah dilakukan penyelidikan, di landasan pacu terdapat sebanyak tiga ekor anak kerbau yang sudah hancur bekas tergilas roda pesawat. "Ternyata yang ditabrak anak kerbau," ujarnya.
Setelah menabrak kerbau, roda kiri rusak dan patah. Pesawat pun miring kekiri, sehingga mesin menggesek landasan, kata Adri, dalam kondisi normal pagar bandara tertutup rapat untuk menghindari hewan dan manusia yang masuk tidak pada tempatnya. "Namun gempa membuat jebol pagar, dan masuklah kerbau-kerbau itu," ujar Adri.
Ali Anwar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|