|
Nasional
Indonesia Tolak Bantuan Israel
Selasa, 04 Januari 2005 | 19:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:--Juru bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa menyatakan tidak ada konfirmasi diplomatik resmi dari negara Israel mengenai rencana mereka untuk memberikan bantuan kepada propinsi NAD dan Sumut pasca gempa bumi dan tsunami. "Kita tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan pihak yang menamakan dirinya pemerintah Israel,"ujar Marty kepada pers di Jakarta, Selasa (4/1).
Menurut Marty, karena tidak ada hubungan diplomatik, maka otomatis tidak ada komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Israel. Sehingga, otomatis bantuan dalam bentuk matteriil tidak akan diterima oleh pemerintah Indonesia. "Mungkin mereka bisa memberikan bantuan doa kepada rakyat Aceh," ujarnya.
Dugaan ditolak pemerintah Indonesia sudah diduga pemerintah Israel saat dihubungi Tempo sebelumnya. Penasehat Perdana Menteri Ariel Sharon, Raanan Gissin meragukan bantuan pemerintahnya akan diterima. "Kami ingin membantu tetapi takut dicerca,”katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya secara terpisah.
Namun, niat untuk membantu tak akan surut dengan penolakan pemerintah Indonesia. Menurut Gissin, bantuan tersebut kemungkinan besar akan disalurkan melalui LSM Israel seperti International Association for Cooperation. Tetapi Gissin sangat berharap bisa secara langsung dan tidak ada penolakan atas bantuan yang diberikan pemerintahnya. “Ini masalah kemanusiaan. Kami tidak memiliki motif politik,”katanya.
Karena persoalan kemanusiaan, Israel mencari jalan untuk membantu rakyat Aceh. "Kami sedang mencari cara untuk menyalurkannya,”ujar Duta Besar Israel untuk Singapura Itzhak Shoham saat dihubungi Tempo melalui telepon genggamnya, Selasa (4/1) pagi. Seorang diplomat Indonesia, menurut Gissin, menyarankan bantuan Israel disalurkan lewat lembaga bantuan internasional yang tak ada 'bau-bau' Israel, misalnya palang marah internasional.
Flamboyant/Faisal
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|