|
Nasional
Sekolah di Aceh Diharapkan Mulai 26 Januari 2005
Rabu, 05 Januari 2005 | 09:56 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menargetkan pendidikan di wilayah Aceh yang terkena gelombang tsunami mulai berjalan kembali pada 26 Januari 2005. "Pendidikan tidak boleh berhenti lama, harus segera berjalan," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NAD, Anas M.Adam, kepada Tempo di kediamannya di daerah Lam Lagang, Rabu (5/1) pagi.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang berusaha melakukan pendataan terhadap jumlah siswa yang selamat dari bencana, termasuk sekolah-sekolah yang rusak dan masih layak digunakan. "Proses ini agak lama karena kami kesulitan banyak pegawai yang hilang dan menjadi korban tsunami," ujarnya.
Menurut dia, siswa-siswa yang selamat dari bencana tsunami saat ini diperbolehkan mendaftar di seluruh sekolah yang masih berjalan, baik itu di Provinsi NAD ataupun di Sumatera Utara. "Untuk mendaftar, mereka tidak lagi membawa rapor ataupun segala urusan administrasi, langsung masuk," kata Anas.
Mengenai jumlah guru yang hilang, Dinas Pendidikan Aceh belum bisa memberikan data yang pasti. Namun, Anas memperkirakan 1.000 guru lebih menjadi korban gempa tsunami.
Untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar bila sekolah mulai berjalan di Aceh, Anas meminta para relawan yang berada di Aceh atau yang akan ke Aceh bisa mengisi kekosongan ini dengan menjadi guru.
Aktivitas pendidikan di Aceh lumpuh sejak 26 Desember 2004. Sampai saat ini 80 persen sekolah tidak berjalan. Di Aceh sendiri terdapat 3.227 sekolah dasar, 400-an sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. Diperkirakan sekitar 400 sekolah di Banda Aceh rusak diterjang tsunami.
Poernomo Gontha Ridho
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|