|
Nasional
Presiden Yudhoyono Kendalikan Langsung Pengawasan Bantuan ke Aceh
Rabu, 05 Januari 2005 | 16:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers, usai meninjau kesiapan akhir pelaksanaan KTT Pascagempa dan Tsunami, di Jakarta, Rabu (5/1) menyatakan, dirinya mengendalikan langsung proses pengawasan dan penyaluran bantuan dari dalam dan luar negeri untuk korban bencana dan pemulihan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk menghindari berbagai penyimpangan dan penyelewengan bantuan. “Saya akan mengendalikan secara langsung pengawasan bantuan Aceh,”katanya.
Pernyataan Presiden Yudhoyono diungkapkannya menanggapi kekhawatiran yang berkembang dana bantuan Aceh rawan penyelewengan. Menurut Presiden, sejak hari pertama terjadinya bencana, telah menginstruksikan pejabat terkait agar dapat mengendalikan dan mengawasi berbagai bantuan yang terus mengalir ke Aceh. Sehingga, bantuan tersebut transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, SBY juga telah meminta bantuan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, seperti Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Government Watch (Gowa), untuk membantu pemerintah mengawasi penyaluran bantuan. “Saya sudah minta ICW dan Gowa untuk memastikan bantuan itu tidak diselewengkan,”katanya.
Presiden berjanji akan mengambil tindakan tegas bila ditemukan adanya bukti-bukti tindak penyelewengan bantuan. “Akan ada tindakan hukum tegas,”ujarnya. Selain itu Presiden SBY akan mengendalikan secara langsung pengawasan penerimaan dan penyaluran bantuan-bantuan itu. “Sangat keterlaluan dan sangat tidak punya hatilah, kalau ada yang sampai menyelewengkan bantuan tersebut. Karena itu bukan haknya,”katanya.
Presiden juga masih memikirkan suatu model atau sistem pengawasan atas berbagai dana bantuan dari luar negeri. “Kalau sudah ada bantuan luar negeri secara konkrit, masih dipikirkan modelnya,”ujarnya. Sehingga, dapat menjamin transparansi dan akuntabilitas dari bantuan itu.
Untuk memastikan kemdali di bawahnya, Presiden Yudhoyono mengganti tim yang selama ini bergerak dengan orang-orangnya sendiri. MIsalnya; Menteri Dalam Negeri M. Ma’aruf berangkat ke Pulau Simeuleu dan Nias, untuk memastikan situasi terakhir di tempat tersebut. Selain itu Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo juga diminta ke Banda Aceh untuk memulai kembali proses pendidikan di sana. “Jangan sampai generasi muda kita terlalu lama tidak sekolah,” kata SBY.
Presiden juga mengirim Menteri Perdagangan Andung Nitimiharja ke Banda Aceh untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan dan pasar-pasar lokal di sana.
Yura Syahrul
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|