Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Aksa Mahmud : M.Jusuf Kalla Tidak Melampaui Wewenangnya
Rabu, 05 Januari 2005 | 20:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menanggapi tudingan Wakil Presiden telah melampaui wewenangnya dengan dikeluarkannya Keputusan Wakil Presiden/Kepala Bakornas Penanggulangan Bencana soal pembentukan posko nasional dan pembagian tugas menteri untuk penanganan bencana Aceh, tokoh asal Sulawesi yang dikenal dekat dengan Jusuf Kalla, Aksa Mahmud, mengatakan tudingan itu tidak beralasan.

Menurut Wakil Ketua MPR ini, Wakil Presiden selalu mengkoordinasikan setiap keputusannya dengan Presiden. "Itu info yang dibesar-besarkan. Beliau (Kalla)
itu, tiap sore lapor kepada Presiden Yudhoyono,"katanya kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu petang(5/1).

Kalla, menurut Aksa, bekerja untuk mencapai sukses. "Dan semua sukses itu untuk kepemimpinan Presiden Yudhoyono. Jadi saya tidak melihat sesuatu yang dikatakan menelikung,"katanya. Untuk bencana sebesar Aceh, Wakil Presiden tidak bisa berjalan sendiri. Setiap kebijakan yang diambil selalu dikonsultasikan dan mendapat persetujuan presiden.

Sebelumnya, Abdurahman Wahid menyatakan Wakil Presiden telah melampau batas wewenangnya dengan menerbitkan keputusan itu. Keputusan setingkat itu harusnya dikeluarkan dan ditandatangani oleh Presiden. Wakil Presiden dan Menteri seharusnya hanya berhak memberikan saran dan usulan.

Kemarin (4/1), Wakil Presiden Jusuf Kalla, selaku Kepala Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, juga kembali menandatangani keputusan penanganan anak-anak terlantar korban bencana di Aceh. Melalui keputusan itu, pemerintah melarang anak telantar korban bencana dibawa keluar dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Pemerintah akan membuat tempat penampungan sementara sambil terus melakukan pendataan dan pencarian keluarga dekat masing-masing. Apabila tempat penampungan di Aceh tidak mencukupi dan kurang memadai, maka mereka akan
ditempatkan di panti asuhan pemerintah atau panti asuhan yang dikelola yayasan Islam dan pesantren yang memenuhi syarat baik di Sumatera maupun Jawa. "Setelah didata dan tidak ditemukan adanya keluarga dekat yang mampu
menampung," demikian bunyi keputusan itu.

Sapto P

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ] Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Koalisi LSM Minta Bicara di Forum KTT
Bank Mandiri Fokuskan Layanan di Aceh
Amerika Janjikan Peningkatan Bantuan
SEGERA Temukan Diskriminasi dalam Pengambilan dan Penyaluran Bantuan
Garuda Tetap Beri Keringanan untuk Penerbangan ke Banda Aceh
Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka : Cegah Adopsi Anak
Pemerintah Kota Surabaya Larang Penggalangan Dana di Jalanan
Polri Desak MA Segera Sidangkan Kejahatan Pasca Bencana Aceh
Meulaboh akan Dibangun Menjadi Kota Baru
Presiden Yudhoyono Kendalikan Langsung Pengawasan Bantuan ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Inpres RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Penertiban Rekening Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data