Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tentara Asing di Aceh Hanya untuk Misi Kemanusiaan
Kamis, 06 Januari 2005 | 14:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan mengatakan, keberadaan militer Amerika Serikat dan negara lain di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang merupakan daerah konflik, hanya sepanjang diperlukan untuk proses evakuasi korban di daerah terpencil. "Keberadaan mereka hanya sekitar satu bulan dari sekarang. Mereka disana untuk misi kemanusiaan, dan mereka akan tinggal selama masih dipelukan," ujarnya pada konfrensi pers di Jakarta Convention Center, Kamis (6/1).

Annan mengungkapkan, hal tersebut karena sampai saat ini sudah banyak militer yang berada di daerah korban gempa seperti provinsi NAD dan Thailand, yang merupakan daerah rawan konflik.

Menurutnya, PBB sebagai lembaga internasional mengalami dilema karena harus bertanggungjawab terhadap bencana yang menimpa Indonesia, namun lembaganya tidak mempunyai kemampuan mendanai proses rekonstruksi dan rehabilitasi daerah tersebut. "Kami menghimbau respon dari negara donatur untuk memberikan bantuan guna pemulihan daerah-daerah tersebut," kata dia.

Mengenai sistem peringatan awal tsunami yang diusulkan banyak negara, menurutnya, itu merupakan tugas pemerintah negara yang bersangkutan, namun tetap membutuhkan bantuan keuangan dari negara donatur.

Kofi melihat, yang perlu dilakukan saat ini adalah memberikan bantuan makanan, obat-obatan, perumahan, serta mengobati trauma korban yang selamat dalam peristiwa tersebut. Untuk itu, diperlukan komitmen dan koordinasi yang akan dilakukan oleh PBB. "Apabila ini berjalan saya optimis pemulihan daerah korban gempa akan segera terealisasi," ujarnya.

Evy Flamboyan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Truk komunikasi tentara Jepang di Takeo, Kamboja, 1992. [TEMPO/ Yuli Ismartono; 13D/305/1992; 20030106].
Truk Tentara Jepang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BJ Habibie akan Dirikan Rumah Asuh
Frekuensi Gempa Susulan Meningkat
Laos Usulkan Komisi Ad Hoc untuk Situasi Darurat
Singapura Kirim 900 Relawan ke Aceh
Presiden: Kuatkan Solidaritas ASEAN untuk Atasi Bencana
Pemerintah Singapura Fokus Bantu Meulaboh
US$ 977 Juta untuk Enam Bulan Pembangunan Kembali
Pemerintah Arab Saudi Kirimkan Bantuan untuk Aceh
Apel Pagi Pertama di Banda Aceh
Gempa di Aceh Masih Sering Terjadi
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data