Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Rumah Sakit Singapura Kirim Dokter ke Aceh
Kamis, 06 Januari 2005 | 17:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Guna membantu pelayanan kesehatan korban bencana tsunami di Aceh, pihak Alexandra Hospital, Singapura mengirimkan tim medis bersama tim medis dari RS Otorita Batam, RS Harapan Bunda dan RS Budi Kemuliaan, Kamis ( 6/1) melalui Bandara Hang Nadim, Batam menggunakan pesawat Jatayu Air. Keberangkatan tim medis dari RS Alexandra Singapura ini untuk pertama kalinya dilakukan.

Pihak RS Alexandra selama ini memang menjalin kerjasama dibidang kesehatan dengan RS Otorita Batam. Didasari kebutuhan akan kehadiran tim medis dan relawan di Aceh dan Sumatera Utara, maka pihaknya meminta izin ke pemerintah Singapura yang langsung menghubungi Otorita Batam untuk mewujudkan pengiriman tim medis itu.

dr.Ng Kian Swan, Ketua Tim RS Alexandra mengatakan, keberadaan tim medis mereka disana adalah untuk satu minggu, kemudian akan diganti tim medis lainnnya. Namun menurut Swan, pihaknya tidak menyediakan obat-obatan, karena semuanya dikordinir pihak Otorita Batam. Meski demikian, untuk peralatan kesehatan, setiap individu tim medis menyertakan alat-alat seperti pengecek pacu jantung, tekanan darah dan alat-alat ringan lainnya.

Kepala RS Otorita Batam, Marwan Nusri menjelaskan, tim medis dari RS Alexandra itu ada tiga orang yang semuanya merupakan dokter ahli dibidangnya masing-masing, terutama untuk mengatasi persoalan kesehatan bagi relawan yang akan mengevakuasi mayat. “Tanpa pengetahuan yang baik, mengevakuasi mayat bisa berbahaya, sebab telah membusuk dan bisa terinfeksi,” kata Marwan.

Jumlah total tim medis yang diberangkatkan hari ini sebanyak 22 orang. Semuanya merupakan dokter, termasuk dokter bedah dan dokter jantung. Kelak setibanya di Aceh akan dilakukan pembagian tugas. Yang paling mendesak menurut Marwan adalah untuk wilayah Selatan Aceh, yakni Biruen dan Sigli.

Rumbadi Dale (Batam)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Singapura Bantu US$ 10 Juta untuk Aceh
Pemerintah Bangun 123 Ribu Rumah Gratis di Aceh
Pemerintah Indonesia Setuju Utang Lagi pada Bank Dunia US $ 275 Juta
Proyek Terminal Senilai Rp 1,4 Triliun Terancam Batal
Puluhan Alat Berat Menuju Aceh
Percakapan Telepon SBY-Putin
Wajib Pajak di Bandara Banyak yang Nakal
Disusun, Kebutuhan Jangka Pendek untuk Aceh
Bio Farma Kirim Ribuan Dosis Vaksin ke Aceh
PBB Bantu Negara Korban Gempa dan Tsunami
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data