|
Nasional
Pesantren Ngruki Siap Tampung Anak-anak Aceh
Kamis, 06 Januari 2005 | 18:05 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Sejumlah pondok pesantren di Surakarta, Jawa Tengah siap menampung anak-anak korban musibah tsunami di Aceh dan Sumut. Seluruh pembiayaan pendidikan hingga lulus di pesantren akan ditanggung pesantren atau dicarikan pendanaan dengan sistem orang tua asuh.
Pondok pesantren modern Assalaam Pabelan Surakarta menyatakan siap menampung sebanyak 100 orang korban Aceh. Hanya saja, pengurus pondok masih belum memiliki kejelasan menyangkut mekanisme penempatan para korban Aceh.
?Kami siap menampung 100 orang. Jumlah itu kami sesuaikan dengan kemampuan daya tampung di Assalaam. Namun bagaimana mekanisme yang harus dilalui kami harus mencari kejelasan terlebih dulu. Kami akan melakukan koordinasi dengan MUI maupun jaringan ormas Islam lainnya seperti NU atau Muhammadiyah,? ujar Drs Bambang Arif Rahman M.Ag, Kepala MTs Ponpes Assalaam kepada Tempo, Kamis (6/1).
Bambang juga menyatakan, dalam pertemuan Forum Komunikasi Pesantren se-Surakarta, wacana soal penampungan bagi anak-anak korban Aceh ini juga mengemuka. Anggota forum yang terdiri sekitar 10 pesantren di Surakarta ini juga menyatakan kesiapannya untuk menampung anak-anak yatim piatu asal Aceh untuk menjadi santri di masing-masing pesantren.
Selain Assalaam, Ponpes Al Mukmin Ngruki, Surakarta juga siap menampung anak-anak korban bencana. ?Pesantren kami juga siap menampung mereka. Hanya saja masalah ini belum dibahas secara intensif dan baru sekedar wacana saja karena memang belum ada kejelasan soal itu. Nantinya akan kita prioritaskan yang yatim piatu lulusan SD dan SLTP,? ujar Humas Al Mukmin Ngruki, Drs Irsyad Fikri.
Meski belum dibahas, sejumlah pimpinan dan ustadz, pesantren yang didirikan KH Abu BAkar Ba?asyir, antusias menjadi orang tua asuh. ?Ada sekitar 15 ustad dan pengurus yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi korban di Aceh. Artinya anak-anak itu disekolahkan di Ngruki dengan biaya dari para ustad tersebut. Tapi karena belum ada kejelasan ya untuk sementara kita inventarisir dulu,? ujarnya.
Anas Syahirul?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|