|
Nasional
Evakuasi Mayat Fokus di Gang dan Gedung
Jum'at, 07 Januari 2005 | 11:16 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Hingga hari ketigabelas pasca tsunami, lebih dari 75 ribu mayat sudah dievakuasi dari seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Khusus di Kota Banda Aceh, mayat yang dievakuasi dan dikuburkan telah mencapai 22.436 mayat. Sedangkan di Aceh Besar lebih dari 14 ribu mayat.
"Mayat-mayat tersebut umumnya berasal dari lokasi
sepanjang jalan raya utama," kata staf Bagian Evakuasi
Satkorlak Nanggroe Aceh Darussalam, Eka Susila, kepada
Tempo di Banda Aceh, Jumat (7/1) pagi. Karena evakuasi di jalan-jalan utama sudah rampung, mulai hari ini evakuasi mayat dikonsentrasikan di dalam gedung dan
gang-gang kompleks perumahan.
"Mulai hari ini dikonsentrasikan di gedung-gedung dan
gang-gang," kata Eka. Berbeda dengan evakuasi di
jalan-jalan raya, evakuasi di gedung dan gang-gang lebih sulit dan rumit. "Salah perhitungan bisa tertimpa reruntuhan gedung," kata Eka.
Di sisi lain, kondisi fisik TNI dan relawan yang
mengevakuasi mayat sudah sangat lelah. "Tapi kita terus berkerja maksimal," ujarnya. Yang membuat 600 anggota tim evakuasi terus semangat, selain aspek kemanusiaan juga ada waktu istirahat. "Istirahat bergantian," kata Eka.
Syukurlah, dalam kondisi tersebut ada saja relawan baru yang berdatangan. "Tentara dan relawan baru menggantikan sementara yang lama," ujarnya. Memang, kata Eka, jumlah mayat sudah makin sedikit, namun pihaknya masih tetap membutuhkan tambahan personil. "Kami butuh tenaga di tempat-tempat sulit". Juga harus dilengkapi peralatan berat, seperti beko dan buldoser.
Untuk mayat-mayat di dalam gang-gang kompleks perumahan, dia berharap bantuan masyarakat setempat memberi petunjuk lokasi mayat. "Kalau masyarakat kesulitan mengevakuasi, cukup memberi tahu lokasi mayatnya," ujar Eka.
Pengamatan Tempo, jalan-jalan utama di Banda Aceh
sudah bersih dari mayat. Puing-puing, kayu dan sampah
pun nyaris tak tersisa. Meski begitu bau mayat yang
membusuk masih tercium dari arah gedung, rumah, dan
gang-gang yang dipenuhi sampah. "Masih banyak mayat di balik tumpukan sampah dan rumah," kata Haryono, warga Blower. Memang, untuk mayat yang berada di gang dan teras rumah bisa dievakuasi warga. "Sedangkan yang di dalam rumah, kami kesulitan karena tak memiliki peralatan memadai," ujar Haryono.
Aparat TNI dan relawan pun terlihat kelelahan. "Lelah,
tapi mayat-mayat ini harus dievakuasi segera," kata
seorang prajurit yang tidak mau disebutkan namanya.
Namun kondisi kelelahan tentara dibantah Wakil Satkorlak NAD yang juga Kabak Pembinaan Veteran dan Cadangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel A. Sembiring. "Semua diterjunkan, tidak lelah," kata Sembiring.
Selain mengevakuasi mayat, pihaknya juga memperbaiki
jembatan yang putus. "Ada yang diperbaiki ada pula yang diurug," ujarnya. "Agar fisik prajurit tetap sehat dan kuat, mereka terus kami dorong semangatnya, juga makan dan vitamin yang cukup," kata Sembiring.
Ali Anwar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|