Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pengungsi Meulaboh Mulai Resah soal Adopsi Anak.
Jum'at, 07 Januari 2005 | 16:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengunsi di kota Meulaboh mulai resah mendengar isu tentang pengadopsian anak-anak korban tsunami. Kecemasan kian meningkat ketika Jumat (7/1), pihak Departeman Sosial di kota Meulaboh mulai memperingatkan para penanggungjawab posko agar berhati-hati terhadap orang yang hendak mengadopsi anak.

Seorang pengungsi di posko STM Meulaboh, Nazaruddin (40) yang kehilangan 3 orang anak dan istrinya mengaku sangat resah mendengar kabar semakin banyaknya orang yang ingin mengadopsi anak korban Aceh. “Saya belum tahu kabar anak saya, tapi saya yakin dari ketiga anak saya, satu selamat,” ucap Nazarudin kepada TEMPO yang menemuinya di posko pengunsi.

Dan keresahan Nazaruddin kian bertambah akibat kurangnya informasi soal penampungan anak-anak korban tsunami di Meulaboh. Juga karena ia mendengar, banyaknya anak korban tsunami yang dibawa keluar Aceh. Sedangkan untuk berusaha mencari anaknya keluar Meulaboh, Nazaruddin terhambat banyak hal. Selain kondisi fisiknya yang belum pulih akibat tsunami, Nazaruddin sudah tidak mempunyai uang.

Di beberapa tempat pengungsian di kota Meulaboh, seperti di Kantor Bupati Meulaboh, STM Meulaboh dan Posko SKB Meulaboh, sebagian besar pengungsi yang kehilangan anak mulai resah mendengar isu ini. Di kota Meulaboh sendiri, kini terdapat kurang lebih 30 ribu pengungsi yang tersebar dibeberapa tempat. Para pengungsi ini menghendaki agar pemerintah lebih memperhatikan nasib anak-anak yang sedang terpisah dari keluarganya, juga ingin agar pemerintah membatasi pengadopsian anak-anak korban bencana Aceh yang semakin marak akhir-akhir ini.

Muhammad Razak, Ketua Posko Pengungsi di STM Meulaboh mengatakan, pihaknya akan mengontrol pihak-pihak yang akan mengadopsi anak-anak korban bencana tsunami. Ia menambahkan akan mendata lebih rinci siapa saja yang hendak berniat memungut anak-anak korban bencana Tsunami. “Selain keluarga, tidak akan kami izinkan,” ucap Nazar. Sebelum itu, para peminat adopsi juga diharuskan menunjukan kartu identitas, alamat lengkap dan saksi yang mengatakan bahwa memang mereka adalah pihak keluarga anak-anak itu.

Hambali Batubara (Meulaboh,Medan)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wabah Penyakit Ancam Aceh
Kofi Annan Kunjungi Aceh
Keringanan Mengangsur Kredit untuk PNS Aceh
Presiden akan Kunjungi Kolinlamil
Jalur Penyeberangan Banda Aceh-Sabang Dibuka
Evakuasi Mayat Fokus di Gang dan Gedung
YLKI: Harus Ada Pemeriksaan Ketat Bantuan Makanan untuk Aceh
Mendagri Drop 250 PNS untuk Pulihkan Pelayanan Masyarakat
Jalur Darat Meulaboh Normal Kembali
Kapal Amfibi Penyerang Milik AS Berada di Perairan Sumatera
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data