Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sudah 78.351 Jenazah Dievakuasi dan Dikubur
Sabtu, 08 Januari 2005 | 13:09 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Hingga hari ke-14 pascagempa bumi dan gelombang tsunami, tim evakuasi Satkorlak Bencana Nanggroe Aceh Darussalam telah mengevakuasi dan mengubur 78.351 jenazah. Dalam hari-hari mendatang, diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah, “karena masih banyak mayat yang belum dievakuasi," kata staf Tim Evakuasi Satkorlak Bencana Nanggroe Aceh Darussalam, Eka Susila, kepada Tempo, Sabtu (8/1).

Dari seluruh kota dan kabupaten di Aceh, jumlah korban terbesar yang telah dievakuasi terdapat di Kota Banda Aceh, sebanyak 28.731 mayat. Kabupaten Aceh Jaya sebanyak 17.568 mayat dan Aceh Besar sebanyak 14.000 mayat.

Pada jumat (7/1) kemarin, tim evakuasi di Banda Aceh berhasil mengevakuasi 2.574 mayat. Menurun jika dibanding sehari sebelumnya, Kamis (6/1) yang mencapai 3.980 mayat. Evakluasi mayat ini dilakukan oleh unsur TNI, Polri, PMI, SAR dan para relawan dari berbagai organisasi.

Dari 2.574 mayat, sebanyak 1.571 mayat dievakuasi tim TNI di daerah sekitar Cot Goeh, Kajhu, Tanjung Dayah, Ajun, dan Simpang Rima. Relawan mengevakuasi 609 mayat di Simpang Ketapang, Darussalam, Lampriet, dan Perumahan Ajun. Polri merevakuasi 264 mayat di kawasan Polda, Polres, dan Lamtemen. Sedangkan 130 mayat dievakuasi PMI dan SAR di Darussalam, Ajun, dan Asrama Lampriet.

"Mereka terus bahu membahu, meski kelelahan," kata Eka. Untungnya, kata dia, jumlah relawan terus bertambah, sehingga anggota tim yang fisiknya mulai kendor bisa diistirahatkan begitu tiba anggota relawan baru.

Dari sekitar 111 organisasi relawan yang membawahi 5.029 anggota, tidak sampai 10 persennya terjun dalam tim evakuasi. Karenanya, Eka berharap kepada para relawan yang sudah ada di Aceh maupun yang masih di luar Aceh, supaya menyisihkan sebagian anggotanya untuk masuk dalam tim evakuasi. "Agar evakuasi mayat cepat
selesai," kata Eka.

Ali Anwar (Banda Aceh)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pos Marinir Meuraksa Itu Sudah Tak Berbekas
Menteri Pertahanan Australia Kunjungi Daerah Bencana
PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
“Belum Ada Dana Bantuan yang Masuk ke Rekening Pemerintah”
Dari Aceh, Sekjen PBB Langsung Ke Srilanka
SBY:Bangun Kembali Aceh Sesuai Kulturnya
Relawan BEM UI Bersitegang dengan Tentara Australia di Aceh
Mari Membangun Aceh Berbasis Ekologi
Pramuka Akan Gelar Kemah Bhakti di Aceh
Dephub Sudah Berangkatkan 12 Kapal ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data