Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pengungsi Ujong Batee Membutuhkan Dokter
Sabtu, 08 Januari 2005 | 14:52 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Para pengungsi yang saat ini tengah berada di penampungan SMK I Ujong Batee Kilometer 15, Kabupaten Aceh Besar, sangat membutuhkan kehadiran dokter dan bantuan medis lainnya. Dalam pantauan Tempo, Sabtu (8/1), para pengungsi yang jumlahnya 1.060 orang, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, sudah terserang berbagai penyakit.

Anak-anak balita yang ada di pengungsian ini umumnya terkena diare, demam, susah tidur dan tidak mau makan. Sementara orang-orang dewasa terlihat belum pulih dari trauma fisik, beberpa orang bahkan terlihat cukup parah. Kebanyakan dari para pengungsi ini menunjukan tanda-tanda trauma dan stress, juga selalu merasa sakit di bagian dada ketika bernafas.

Banyak dari kaum pengungsi yang tidak berani tidur di dalam bangunan sekolah. Mereka justru mendirikan tenda-tenda di halaman sekolah yang masih utuh
bangunannya itu.

Menurut penuturan Aminah, warga Lamnga yang mengungsi disini, anaknya yang bernama Lisna (1,5 tahun) hanya mau minum air putih. "Ia sama sekali tidak mau makan, dari hari ke hari semakin kurus," kata perempuan berusia 35 tahun itu. Sementara anaknya yang lain, Amelia (3,5 tahun) mengalami trauma dan dibayangi ketakutan. "Ia suka nangis dan tidak mau kembali ke rumah, takut air," kata Aminah.

Aminah juga menceritakan, selama sepuluh hari berada di pengungsian, ia beserta pengungsi lain hanya makan mie instan dan roti. "Yang kami butuhkan sekarang
beras," ujar ibu dari 5 orang anak ini. Soal air bersih memang sudah ada, setidaknya ada dua tangki biru yang disediakan oleh Departemen Pekerjaan Umum.

Pengungsi lainnya, M. Thair asal Lamnga, juga mengakui sangat rindu makan nasi. Karena sudah lebih dari 10 hari ia hanya makan mie instan. "Selain beras, kami
juga membutuhkan minyak dan gula," kata Thair.

Para pengungsi yang ada di Ujong Batee ini berasal dari empat desa di Aceh Besar. Yakni Dusun Blehdes, Lamnga, Bakme dan Lamkuta. Rata-rata, dari empat desa tadi, hanya sebagian kecil penduduk dan bangunan yang bisa selamat dari tsunami. Sebabnya, rumah-rumah penduduk terletak persis di pesisir pantai.

Ketika Tempo melewati kawasan bekas bempat desa tersebut, pemandangannya amat mengenaskan. Rumah-rumah yang rata dengan tanah dan nyaris tidak ada bangunan yang tersisa tegak. Hanya ada 3 masjid yang masih berdiri kokoh.

Poernomo Gontha Ridho (Banda Aceh)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Children Center Akan Berdiri di Aceh
Sudah 78.351 Jenazah Dievakuasi dan Dikubur
Pos Marinir Meuraksa Itu Sudah Tak Berbekas
Menteri Pertahanan Australia Kunjungi Daerah Bencana
PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
“Belum Ada Dana Bantuan yang Masuk ke Rekening Pemerintah”
Dari Aceh, Sekjen PBB Langsung Ke Srilanka
SBY:Bangun Kembali Aceh Sesuai Kulturnya
Relawan BEM UI Bersitegang dengan Tentara Australia di Aceh
Mari Membangun Aceh Berbasis Ekologi
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data