Gerbong KA Pertamina Anjlok
Sabtu, 08 Januari 2005 | 15:40 WIB
TEMPO Interaktif, Madiun:Gerbong Kereta Api (KA) Pertamina anjlok akibat salah satu gerbong dari rangkaian sebanyak 20 gerbong ini tergelincir. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah kereta meninggalkan Stasiun Madiun. Sekitar 200 meter ke arah timur stasiun. Ternyata gerbong terahir oleng dan keluar dari rel. Akibat, dua gerbong di depannya ikut terseret dan anjlok. Setelah dilakukan pengangkatan gerbong sejak Sabtu (8/1) pukul 08.15, gerbong-gerbong yang anjlok ini akhirnya bisa diangkat.
Meski kereta itu anjlok di rel utama jalur kereta, namun tidak membuat satupun kereta penumpang mengalami keterlambatan. “Peristiwanya terjadi setelah KA terakhir pada hari Jumat melintas dan KA pertama yang melintas hari sabtu, baru tiba di Madiun setelah Gerbong berhasil diangkat dan perbaikan rel sudah selesai,” kata Wahyu Kartono, kepala Humas PT KAI Daops VII Madiun, yang ditemui TEMPO usai menyaksikan proses pengangkatan gerbong.
Cepatnya penanganan kecelakaan ini, membuat KA pertama yang melintas di Stasiun Madiun tidak mengalami keterlambatan. KA Pasundan, disusul KA Argowilis dan KA Sancaka yang melintas jalur ini tidak mengalami keterlambatan.
Sampai saat ini, penyebab jatuhnya gerbong, menurut Wahyu, belum bisa diketahui. “Bisa jadi SDM-nya yang salah, atau sarana, bahkan prasaranannya yang sudah rusak,” kata Wahyu. Akibat dari kecelakaan ini, PT KAI sudah mengganti tujuh meter rel yang bengkok.
Peristiwa ini menambah panjang catatan kecelakaan kereta api di wilayah ini. Dalam kurun waktu satu bulan, di daerah Madiun terjadi dua kali kecelakaan Gerbong KA Pertamina. Wahyu sendiri membantah kalau disebut kondisi Gerbong KA milik KAI yang sudah uzur jadi penyebabnya. “Kami masih menyelidiki apakah ada kesamaan penyebab, anjloknya gerbong saat ini dengan yang terdahulu,” kata Wahyu.
Rohman Taufiq (Madiun)






Komentar Anda :