Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Fraksi PAN Minta Pemerintah Tolak Utang Untuk Aceh
Sabtu, 08 Januari 2005 | 15:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) meminta agar pemerintah menolak utang baru untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Nanggroe Aceh Darussalam. “Bagaimanapun lunaknya bunga pinjaman tersebut,” kata Abdillah Toha, Ketua FPAN DPR RI kepada pers di Jakarta, Sabtu (8/1).

“Pemerintah harus sangat berhati-hati terhadap negara yang seolah-olah membantu, padahal hanya meminjamkan. Kalau perlu Pemerintah harus menolak syarat-syarat pinjaman bagaimana pun lunaknya agar tidak membebani APBN,” tegas Abdillah. Sebaliknya, kata Abdillah,. FPAN sangat mendukung jenis bantuan hibah atau penundaan pembayaran utang.

Pengamat ekonomi INDEF yang juga aktivis PAN, Dradjad H. Wibowo dalam kesempatan yang berbeda mengatakan, pinjaman utang baru pasti akan sangat memberatkan bagi Indonesia. Kecuali bersifat very safe loan dengan jangka waktu pinjaman 40 tahun, bunga hampir mendekati 0% serta grass period (tenggat waktu pembayaran utang) 10 tahun. “Tolak utang baru tapi upayakan pengurangan utang (hair cut),”tegasnya.

Dradjad menambahkan, pemerintah harus segera melakukan damage assessment (penilaian nilai kerusakan) di Aceh untuk mendapat pengurangan hutang terutama untuk proyek-proyek di Aceh yang dibiayai utang. Ia mengungkapkan, di Aceh dan Sumatera Utara terdapat proyek-proyek perkebunan, irigasi, jalan, telekomunikasi dan lain-lain senilai US$ 5 Miliar. “Ini bisa dimintakan pengurangan utang karena nyatanya semuanya sudah hancur,”ujarnya.

Namun, kata Dradjad, pengurangan utang membutuhkan keputusan politis sebab itu Pemerintah butuh keputusan politik untuk memberitahukan secara posisinya. “Komisi 11 sudah kencang mendorong, tapi kan kebijakan ada di Pemerintah,”ujarnya.

Ditanya tentang kemampuan Pemerintah untuk membiayai proses rehabilitasi dan rekonstuksi Aceh yang sedikitnya membutuhkan Rp 20 Triliun, Dradjad menegaskan bahwa APBN Indonesia tidak akan mampu, meskipun jumlah tersebut dianggarkan untuk beberapa tahun. “Harus dibantu dari hibah dan bantuan atau pinjaman yang hakekatnya penghapusan utang,”ujarnya.

Pemerintah, kata Dradjad, harus berhati-hati terhadap negara yang seolah memberi bantuan padahal hanya memberi pinjaman misalnya negara AS. “Kalau Jerman, Perancis dan Jepang mereka memang benar-benar memberi pinjaman untuk penghapusan utang,”tegasnya.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengungsi Ujong Batee Membutuhkan Dokter
Children Center Akan Berdiri di Aceh
Sudah 78.351 Jenazah Dievakuasi dan Dikubur
Pos Marinir Meuraksa Itu Sudah Tak Berbekas
Menteri Pertahanan Australia Kunjungi Daerah Bencana
PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
“Belum Ada Dana Bantuan yang Masuk ke Rekening Pemerintah”
Dari Aceh, Sekjen PBB Langsung Ke Srilanka
SBY:Bangun Kembali Aceh Sesuai Kulturnya
Relawan BEM UI Bersitegang dengan Tentara Australia di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data