|
Nasional
Korban Aceh Bisa Konsultasi Lewat Radio
Sabtu, 08 Januari 2005 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk merehabilitasi kondisi psikologis korban gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, Kementrian Negara Komunikasi dan Informasi menyediakan layanan baru. Layanan konsultasi ini diberikan melalui jaringan radio dan dipancarkan langsung dari Jakarta ke seluruh Indonesia.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan A Djalil, usai menghadiri Ceramah Ilmiah di Bidang Komunikasi dan Informasi di Ruang Serba Guna Universitas Padjadjaran Bandung, Sabtu (8/1), saat ini pihaknya bekerja sama dengan
Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) untuk membuat program konsultasi ini.
Program yang dinamakan Suara Aceh ini akan disiarkan selama satu jam setiap harinya. "Kita akan hadirkan para pembicara dari berbagai kalangan, baik dari pemuka agama seperti Aa Gym, maupun para psikolog," ujar Sofyan Djalil. Menurut Sofyan, tahap rehabilitasi psikologis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan masyarakat Aceh secara kesluruhan.
Secara bertahap, kata Sofyan, pemulihan ini dibagi menjagi tiga bagian. Pemulihan darurat, rehabilitasi, dan merekonstruksi infrastruktur di Tanah Rencong. "Untuk tahap darurat, kita prioritaskan menguburkan korban yang meninggal dan menyelamatkan warga yang masih hidup. Sedangkan untuk rekonstruksi, seluruh bangunan fisik termasuk jaringan komunikasi akan kita bangun kembali," kata Sofyan.
Pada tahap darurat, kata Sofyan, beberapa stasiun radio di Aceh sudah berhasil difungsikan lagi. "Saat ini, RRI dan satu radio swasta disana sudah bisa beroperasi kembali. Begitu juga dengan beberapa radio mesjid, sudah diaktifkan lagi," katanya.
Selain radio, kata Sofyan, harian Serambi Indonesia juga sudah terbit lagi setelah mengalami kehancuran. "Saat ini koran Serambi Indonesia dibagikan gratis. Walaupun mereka sudah terkena bencana, tapi semangat untuk bangkit lagi sangat tinggi," kata Sofyan.
Rana Akbari Fitriawan (Bandung)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|