Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pneumonia Ancam Anak-anak Korban Tsunami
Minggu, 09 Januari 2005 | 11:20 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Warga Aceh yang menjadi korban gempa dan stunami mengeluhkan kurangnya dokter di lokasi pengungsian. Para pengungsi yang saat ini berada di penampungan SMK I Ujong Batee KM 15, Aceh Besar, misalnya, mengeluhkan belum tampaknya dokter dan bantuan medis lainnya di tempat mereka.

Lokasi pengungsian di Ujong Batee diisi oleh warga yang selamat dari empat desa di Aceh Besar: Dusun Blehdes, Lamnga, Bakme, dan Lamkuta. Hanya sebagian kecil penduduk di empat desa itu yang selamat dari tsunami. Ini lantaran rumah-rumah mereka terletak di pesisir pantai.

Dalam pantauan Tempo sepanjang Sabtu (9/1), pengungsi yang berjumlah 1.060 orang di Ujong Batee terserang berbagai penyakit. Anak balita terserang diare, demam, susah tidur, dan tidak mau makan. Sementara itu, puluhan orang dewasa tampak terluka parah--ada beberapa yang terkena seng ketika tsunami menghantam pada 26 Desember lalu. Namun, kebanyakan dari mereka mengeluh sakit di bagian dada ketika bernapas, di samping stres.

Menurut penuturan Aminah, warga Lamnga yang mengungsi di tempat itu, Lisna, anaknya yang berumur 1,5 tahun, hanya mau minum air putih. "Ia sama sekali tidak mau makan, dari hari ke hari semakin kurus," kata perempuan berusia 35 tahun itu.
Sementara itu, anaknya yang lain, Amelia, 3,5 tahun, mengalami trauma dan dibayangi ketakutan. "Ia suka menangis dan tidak mau kembali ke rumah, takut air," kata Aminah.

Ihwal banyaknya pengungsi yang menderita sakit pernapasan, Ikatan Dokter Indonesia mengkhawatirkan terjangkitnya pneumonia aspirasi atau radang paru-paru pada anak-anak korban bencana tsunami. Penyakit yang mendapat sebutan khusus pneumonia tsunami ini sangat mematikan, tingkat kematiannya mencapai 50 persen. Sementara itu, pneumonia biasa tingkat kematiannya 10-20 persen.

Ketua Umum IDI Prof Dr Farid Anfasa Moeloek menyampaikan kekhawatiran pneumonia tsunami itu dalam kesepakatan pembentukan tim penanganan kesehatan anak pascatsunami bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Korban Gempa dan Tsunami di kantor IDI, Menteng, Jakarta, Jumat (8/1).

Moeloek menjelaskan, banyak anak yang selamat saat bencana, tapi kemudian kondisinya memburuk. Karena itu, perlu adanya pertolongan pertama kepada anak-anak yang diduga terkena pneumonia aspirasi.

Jumlah korban musibah tsunami, seperti dirilis Departemen Sosial, hingga Jumat (8/1) telah mencapai 104.055 korban tewas, 10.046 korban hilang, dan 1.953 korban dirawat.
Belum diperoleh konfirmasi apakah jumlah 104.055 korban tewas itu sudah termasuk korban dari kota Calang di pantai barat Aceh yang baru dua hari lalu ditembus bantuan.

Kota Calang adalah salah satu yang terparah, selain Meulaboh. Seluruh kota dikabarkan hancur dan korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu orang.
Kota Calang berjarak sekitar 180 kilometer dari Meulaboh, dan sekitar 200 kilometer selatan Banda Aceh. Seluruh transportasi darat dari Banda Aceh maupun dari Meulaboh dikabarkan terputus. Bantuan pun hanya bisa melalui udara dan laut.

Ali Anwar/Poernomo G Ridho/Bambang Soed?Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

"Bantuan dari Negara-Negara Islam Kurang Diekspos"
Korban Aceh Bisa Konsultasi Lewat Radio
Kapolri Kunjungi Asrama Brimob di Aceh
Fraksi PAN Minta Pemerintah Tolak Utang Untuk Aceh
Pengungsi Ujong Batee Membutuhkan Dokter
Children Center Akan Berdiri di Aceh
Sudah 78.351 Jenazah Dievakuasi dan Dikubur
Pos Marinir Meuraksa Itu Sudah Tak Berbekas
Menteri Pertahanan Australia Kunjungi Daerah Bencana
PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data