|
Nasional
Tentara Jepang Tawarkan Operasi Damai di Aceh
Minggu, 09 Januari 2005 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan telah memberi lampu hijau bagi bantuan pemerintah Jepang dengan mengirim bantuan tentara bela diri untuk melakukan operasi damai selama tiga bulan di daerah pascagempa dan tsunami. ?Dengan Jepang, saya menawarkan sementara kemungkinan 3 bulan pertama, dan bisa diperpanjang. Tapi inipun harus mendapat persetujuan rapat koordinasi bidang politik hukum dan keamanan,? ujarnya pada wartawan, Minggu (9/1).
Menurut Juwono, karena rapat koordinasi kementrian polkam belum dilakukan, maka kerangka pengaturan tentang penempatan tentara asing di Indonesia belum disepakati. ?Kerangka ini belum disepakati oleh pemerintah. Karena masih menunggu Menteri Luar Negeri yang sekarang masih ada di Paris dan London,? ujarnya. Berdasarkan Undang-Undang, Departemen Luar Negeri adalah departemen utama yang mengurus kerja sama internasional. Lebih jauh Juwono menjelaskan negara yang sudah mengajukan beberapa pengaturan tentang penempatan tentara asing secara tidak resmi adalah Amerika Serikat dan Australia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Yoshinori Ohno menjelaskan 970 tentara bela diri Jepang terdiri dari angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut dan dari tim kesehatan. "Ini berdasar komitmen kami bahwa selama masih memungkinkan untuk bantuan kemanusiaan, ke depan ada kemungkinan untuk menambah jumlah bantuan tersebut," kata Yoshinori menjelaskan kemungkinan perpanjangan masa bertugas di Indonesia jika memang diperlukan.
Rr. Ariyani ? Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|