Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hari Pertama Tsunami, Basarnas Medan Tiba di Aceh
Senin, 10 Januari 2005 | 01:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Pusat Bina Ops SAR Dinas Perhubungan Agus Sukarno mengakui bahwa kondisi Aceh yang mengalami bencana tsunami baru diketahui setelah dua hari. ?Kami tidak membayangkan bencananya sebesar itu,? katanya saat dihubungi Tempo, Minggu (9/1).

Menurut Agus, pada hari pertama bencana tsunami para petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Medan segera dikirim ke Aceh. Dia menambahkan Basarnas Aceh tidak dapat digerakkan karena mendapat kabar telah hancur, maka segera meminta Basarnas Medan ke Aceh. Kondisi di Aceh sendiri sebelumnya tidak terbayangkan. ?Pada hari pertama belum membayangkan seperti apa,? katanya. Namun dipastikannya sejak hari pertama tim dari Basarnas telah berada di Aceh.

Agus menambahkan informasi awal pascabencana dapat dijadikan sebagai alat monitoring saja. ?Adanya informasi pascabencana untuk menyiapkan unsur yang akan digerakkan dalam melakukan penyelamatan,? kata Agus menanggapi adanya pesawat yang telah berhasil mengetahui keaadan Aceh tiga jam pascabencana.

Sementara itu menurut Budi yang telah dihubungi TNR, salah seorang anggota Basarnas, mengatakan sejak hari pertama telah menerbangkan helikopter yang langsung ke Aceh. ?Keesokannya langsung mengirimkan tim SAR dari Medan,? katanya.

Budi juga mengatakan bahwa dalam penanganan bencana maka yang menjadi pusat adalah Bakornas. ?Semua diatur Bakornas, kami langsung bergerak dan melaporkan pergerakan kami pada Bakornas,? tandasnya.

Muhamad Fasabeni?Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tsunami, 17 Desember?
Pemerintah Indonesia Buka Kemungkinan Pembicaraan Damai dengan GAM
PBB Prioritaskan Sanitasi Bagi Pengungsi
Pengungsi di Loknga Butuh Beras
Fraksi PDI Perjuangan Minta Pemerintah Bangun Sekolah Berasrama di Aceh
Buat Aceh Bulog Bikin Program Family Reunifikasi
Saefullah Yusuf : Tsunami, Sebabkan Daerah Tertinggal Bertambah
Indonesia Jamin Keamanan Tentara Asing dari GAM
Rumah Sakit Zainoel Abidin Butuh 6 Ambulans
Perbaikan Infrastruktur Perhubungan di Aceh Butuh Rp 780 Miliar
> selengkapnya...


Referensi

Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Niat Bantu Berbuah Isu
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar
Rumah Ryan di Jombang Ramai Dikunjungi Warga
Djoko Suprapto Kembali Diperiksa Polisi
Menteri Perhubungan Tegur Maskapai Pecah Ban

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data