|
Nasional
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
Senin, 10 Januari 2005 | 03:04 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Memasuki dua pekan lebih bencana alam gempa dan gelombang tsunami, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada seluruh jajarannya agar memprioritaskan membersihkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dari sampah yang berserakan di penjuru kota. "Pembersihan kota, seperti Meulaboh, Banda Aceh, dan Lhokseumawe menjadi prioritas,"kata Yudhoyono dalam telekonferensi dengan Menteri Koordinator
Kesejahteraan Rakyat, Alwi Shihab, Wakil Gubernur NAD,
dan pejabat penting di Banda Aceh, Ahad (9/1).
Dalam telekonferensi yang berlangsung mulai pukul
14.15 tersebut, Presiden yang berada di Jakarta
didampingi Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan sejumlah
menteri, sedangkan Alwi yang berada di pendopo
Gubernur NAD didampingi sejumlah pejabat penting.
Melihat masih menumpuknya sampah-sampah di kota-kota
yang terkena bencana, Yudhoyono sampai mempertanyakan
berapa alat berat yang tersedia. "Mestinya lebih dari
seratus,"kata Yudhoyono. Di Meulaboh, dia
mendapat laporan terdapat 20 alat berat.
Saking banyaknya sampah, sampai-sampai Yudhoyono
menanyakan berapa lama lagi kota-kota bakal bersih.
"Berapa lama lagi clean up dari reruntuhan,\" kata
Yudhoyono.
Wakil Gubernur NAD, Azwar Abubakar, menyatakan pada
prinsipnya pihaknya ingin kota-kota di Aceh, terutama
Banda Aceh cepat bersih. Kendalanya, para
pekerja pembersih sampah yang berasal lima kontraktor
BUMN bekerja satu shift sejak pagi sampai pukul 17.00. "Saya sudah melakukan inspeksi kemarin malam, ternyata pembersihan hanya satu shift,"kata Azwar.
Untuk mempercepat pembersihan sampah, Wagub Aceh sudah
berbicara dengan Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal
Endang Suwarya, yang dilanjutkan dengan perusahaan
kebersihan. Pada awalnya, pengusaha kekurangan bahan bakar minyak (BBM). "Tapi setelah dikoordinasikan dengan pertamina, mereka menyatakan sanggup bekerja dua shift sehari. Mulai malam ini (Ahad) bekerja dua sift,"ujarnya.
Namun langkah itu bukan tanpa kendala. Penerangan jalan amat terbatas. Dengan bekerja dua shift yang didukung sekitar 450 alat berat, dia berharap pengerjaan dilakukan secara optimal dan persoalan sampah lebih cepat selesai dari rencana semula. "Dalam waktu tidak lama lagi, bersih,"kata Azwar.
Presiden Yudhoyono pun terlihat senang. "400-an
alat berat cukup, sekarang tinggal penambahan shift dan bekerja secara intensif,"ujarnya. Menurut Menteri Alwi Shihab, meski mengalami kesulitan di
lapangan, evakuasi mayat dan pembersihan jalan-jalan
di pusat kota dengan alat berat terus dilakukan.
"Sekitar 90 persen jalan bisa tembus, dan akan terus
ditingkatkan,"kata Alwi.
Pengamatan Tempo, kemarin jalan-jalan utama di Banda
Aceh sudah dapat dilalui kendaran, terutama di Jalan
Teungku M. Daud Beureueh, Jalan T. Nyak Arief, sekitar
mesjid raya Baiturrahman dan Pasar Aceh, serta sekitar
lapangan Blang Padang, dan Seutui.
Itu karena ribuan mayat sudah dievakuasi dari
jalan-jalan. Ratusan ton sampah yang menghalangi lalu
lintas pun disingkirkan ke tepi jalan dan trotoar.
Sebagian kecilnya sudah diangkut ke lahan-lahan kosong
untuk dikubur atau dibakar.
Jalan menjadi becek dan penuh sampah kembali, karena
hujan deras turun selama dua hari terakhir. Ketika
lumpur becek dipanggang mata hari, lumpur pun berubah
menjadi debu yang pekat. Bila para pengguna jalan
menghirup langsung debu terebut, dikhawatirkan
terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas
(ispa)
Ali Anwar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|