|
Nasional
Pengungsi Aceh Kesulitan Genangan Air
Senin, 10 Januari 2005 | 11:34 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Sebanyak 211 kepala keluarga atau hampir seribu jiwa pengungsi korban gempa dan tsunami di halaman Masjid Al Faizin, Kampung Lam Penerut, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar tidak dapat tidur. Mereka yang tinggal di dalam tenda terganggu genangan air hujan.
Seorang ibu asal Lok Nga Fatimah, mengadu kepada Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat Lalu Winengan, Minggu (9/1) pagi. ?Kami sulit tidur. Sampai kapan kami harus menderita begini,? katanya. Di sana, ia bersama anak-anak dan cucunya. Namun, suaminya, Abdullah berada di tempat pengungsian lainnya.
Menurut Kordinator Lapangan Posko Pelajar Islam Indonesia yang menangani pengungsi, Al Munzir, diharapkan bantuan dermawan yang bersedia melakukan penimbunan tanah yang digenangi air tersebut. ?Kami sudah melakukan kordinasi dengan Camat. Kalau tidak ada bantuan, terpaksa dialihkan ke tempat lain,? ujarnya.
Mereka menerima bantuan berupa susu, obat-obatan dan kelengkapan lainnya yaitu sarung tangan dan masker. KNPI NTB membawa bantuan senilai sekitar Rp100 juta.
Untuk menanggulangi kebutuhan sehari-hari para pengungsi yang berasal dari Lok Nga dan Pekan Bada, posko di Al Faizin tersebut masih memerlukan ketersediaan 20 set kompor untuk keperluan memasak nasi para pengungsi.
Setiap harinya, posko menyediakan nasi yang langsung dibagikan. Sedangkan kebutuhan lauk pauk diberikan sayur-sayuran dan lainnya dalam bentuk bahan mentah. Sesuai catatan Munzir, di sana pengungsi terbanyak berasal dari Pekan Bada 150an KK, Lok Nga 30an KK. Sedangkan pengungsi lainnyaasal Desa Lambaru kurang lebih 500an orang. Di Aceh Besar, daerah pemukiman yang mengalami kerusakan parah akibat gempa dan tsunami adalah Krueng Raya, Lhok Nga, Pekan Bada, Lepung, Baitussalam, dan Darussalam.
Supriyantho Khafid?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|