Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PKS Minta Rehabilitasi Aceh Tak Gunakan Utang
Senin, 10 Januari 2005 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR meminta pemerintah untuk tidak mengusahakan sumber pembiayaan rehabilitasi Aceh dari utang luar negeri baru. “Kami menyatakan keberatan apabila sumber pendanaan rekonstruksi Aceh berasal dari utang,” ujar Ketua Fraksi PKS DPR, Untung Wahono di Jakarta, Senin (10/1).

Menurut Untung, PKS meminta pemerintah mengupayakan hibah dari luar negeri sebagai sumber pembiyaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. “Setiap bantuan luar negeri harus diupayakan berbentuk hibah agar tidak memberatkan anggaran dimasa yang akan datang,” katanya.

Anggota Fraksi PKS di komisi keuangan dan perbankan DPR, Rama Pratama, meminta pemerintah juga menyikapi tawaran moratorium utang luar negeri dari beberapa negara sebagai langkah awal upaya diplomasi dan negosiasi untuk mengurangi beban utang secara keseluruhan. “Caranya dengan mengupayakan pengurangan pokok utang dan bunganya tanpa harus diikuti dengan persyaratan-persyaratan yang akan memberatkan dimasa yang akan datang,” urainya.

Rama menjelaskan, perlu dilakukan perubahan paradigma dalam manajemen utang luar negeri Indonesia saat ini. “Jika penanganan utang tetap konservatif seperti yang dilakukan selama ini, maka total utang pemerintah tidak akan pernah berkurang,” katanya. Dalam APBN 2005, pemerintah Indonesia terbebani pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 72 Triliun, yang terdiri dari Rp 46,8 Triliun untuk cicilan pokok dan Rp 45,1 Triliun untuk bunganya.

“Komponen utang luar negeri ini menyerap hampir 20 persen atau seperlima dari penerimaan negara,” ujar Rama. Oleh karena itu, Fraksi PKS berpandangan bahwa tawaran moratorium dari negara sahabat harus disambut dengan apresiasi positif sebagai negara yang sedang mengalami krisis kemanusiaan dan harus ditindaklanjuti dengan sikap proaktif untuk memastikan terwujudnya komitmen moratorium tersebut.

Amal Ihsan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Separuh Pengungsi Berpotensi Alami Gangguan Jiwa
Hasyim Usul Mayat di Aceh cukup Ditimbun Tanah
5.924 Polisi di NAD Belum Melapor
DPR akan Bahas Penanggulangan Tsunami Bersama Presiden
Pengusaha Aceh Kesulitan Bayar Kredit
Pengungsi Aceh Kesulitan Genangan Air
Pasukan Asing di Bawah Koordinasi Panglima TNI
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
Hari Pertama Tsunami, Basarnas Medan Tiba di Aceh
Tsunami, 17 Desember?
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data