Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Muhammadiyah: Dahulukan Aceh, Baru Berkurban
Senin, 10 Januari 2005 | 20:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Tarjih dan Pengembangan PP Muhammadiyah menegaskan, jika umat islam harus memilih antara menyembelih hewan kurban dengan membantu korban bencana nasional gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, maka hendaknya mendahulukan pemberian bantuan malapetaka nasional ini.

“Ini karena membantu korban musibah adalah wajib seperti dimaksud dalam QS Al Maidah, sementara berkurbah adalah sunah sesuai Hadits Turmudzi, Dawud dan Ahmad,”jelas Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin kepada pers di Jakarta Senin (10/1).

Namun, kata Din, bagi yang mampu melaksanakan kedua kewajiban tersebut, yaitu menyumbang korban musibah sekaligus berkurban, hendaknya melaksanakan kedua ibadah tersebut. Dan proporsi daging kurban hendaknya lebih banyak untuk korban Aceh. “Memang banyak fakir miskin di daerah lain tapi porsi terbesar hendaknya di bagi-bagikan ke Aceh, misalnya setengahnya,”ujar Din. Bagi mereka yang telah menyerahkan uang ke panitia kurban, panitia dapat meminta keikhlasan untuk mengalihkan dana kurban bagi penyelamatan korban musibah Aceh.

Sementara itu, Ketua Badan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin juga menganjurkan kepada masyarakat mampu, agar bisa melakukan kedua-duanya. “Karena di Aceh membutuhkan, sementara masyarakat di seluruh Indonesia juga membutuhkan,”ujarnya di Jakarta. Tapi kalau harus memilih, kata Ma’ruf, jelas Aceh diprioritaskan berdasarkan prinsip mana yang lebih membutuhkan.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Marinir AS "Duduki" Meulaboh
PKS Minta Rehabilitasi Aceh Tak Gunakan Utang
Separuh Pengungsi Berpotensi Alami Gangguan Jiwa
3.000 Pesantren di Jawa Timur Siap Tampung Anak-Anak Aceh
Hasyim Usul Mayat di Aceh cukup Ditimbun Tanah
NU Optimalkan Fungsi Pesantren di NAD Tampung Anank-Anak
5.924 Polisi di NAD Belum Melapor
Pertamina: Pasokan BBM untuk Aceh Cukup
10 Kru Helikopter Seahawk Selamat
Rusia Kirim 150 Tenaga Medis ke Indonesia
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data