Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jerman Siap Bicarakan Pemotongan Utang
Selasa, 11 Januari 2005 | 03:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Jerman siap membicarakan kemungkinan pemotongan utang negara-negara yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami di kawasan Asia Selatan.

Menurut Menteri Luar Negeri Jerman, Joscha Fisher, Jerman siap mendiskusikan semua opsi mulai dari penundaan pembayaran utang hingga pemotongan utang bagi Indonesia dan negara lain korban tsunami.

Namun, keputusan apakah opsi tersebut akan disetujui oleh negara-negara kreditor sangat tergantung pada hasil pembicaraan dalam forum Paris Club. "Sesuai komitmen politik yang telah dinyatakan Perdana Menteri (Gerhard Schroeder) kami siap untuk debt moratorium atau lebih jauh lagi," kata Fisher usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Senin (10/1).

Dalam pertemuan itu, Jerman juga meminta Indonesia betul-betul menerapkan transparansi dalam penyaluran dana-dana bantuan luar negeri. Fisher juga meminta Indonesia terus meningkatkan koordinasi baik dengan PBB maupun dengan negara-negara donor.

Di tempat yang sama, Duta Besar Jepang Yutaka Iimura mengatakan pemerintahnya telah meningkatkan komitmen hibah untuk program darurat di Aceh dari US$ 130 juta menjadi US$ 146 juta.

Pemerintah Jepang juga siap pengucurkan dana lebih besar lagi untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dalam jangka panjang. Guna menentukan berapa besar dana yang akan dikucurkan dan apa saja program prioritasnya, minggu ini bersama dengan tim dari Bank Pembangunan Asia, Bank Dunia dan Japanesse Bank for International Coorporation akan melakukan survei di Aceh.

Menanggapi tawaran moratorium utang bagi Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan pemerintah seharusnya tidak boleh menggunakan mekanisme konvensional dalam pengajuan moratorium.

Mekanisme konvensional, menurut Burhanuddin, dapat dipakai dalam kondisi Indonesia benar-benar tidak sanggup membayar utang. "Kondisi sekarang sangat berbeda dengan kondisi yang dulu. Sekarang kita menghadapi masalah di Aceh yang bukan akibat ulah kita," katanya.

Apabila pemerintah menggunakan mekanisme konvensional, lanjut dia, maka akan ada unsur comparability treatment yaitu penundanaan utang juga berlaku bagi pihak swasta. Selain itu setiap resolusi utang melalui Paris Club harus disertai program IMF. "Ini salah satu persoalan yang tidak bisa dilakukan Indonesia," katanya.

Ada beberapa alasan. Pertama, Indonesia tidak menghadapi persoalan neraca pembayaran, bahkan cadangan devisa Indonesia terus meningkat. Kedua, Indonesia telah keluar dari IMF. "Apalah ceritanya kalau kita kembali masuk IMF,” tegas Burhanuddin. (Sapto Pradityo)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Negara-negara Islam Kecewa Tak Diundang KTT Tsunami
Bikin 'Gerah' Pasukan Asing, Majelis Mujahidin Diusir dari Aceh
Relawan Denmark Suling Air Bersih untuk Pengungsi
Tentara Pukul Relawan Sipil di Aceh
Muhammadiyah: Dahulukan Aceh, Baru Berkurban
Marinir AS "Duduki" Meulaboh
PKS Minta Rehabilitasi Aceh Tak Gunakan Utang
Separuh Pengungsi Berpotensi Alami Gangguan Jiwa
3.000 Pesantren di Jawa Timur Siap Tampung Anak-Anak Aceh
Hasyim Usul Mayat di Aceh cukup Ditimbun Tanah
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data