Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kayu Sitaan untuk Bangun Aceh
Selasa, 11 Januari 2005 | 10:14 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Untuk mengatasi persoalan kelangkaan kayu guna membangun kembali Aceh pasca bencana gempa bumi dan tsunami, Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto berencana menggunakan kayu sitaan yang kini menumpuk di gudang-gudang TNI. Usulan itu disampaikan Sutarto pada rapat koordinasi yang berlangsung pada Senin (10/1) malam di Banda Aceh.

"Saat ini ada banyak kayu sitaan yang status hukumnya berada dalam proses pengadilan. Kami akan pikirkan, apakah mungkin barang bukti itu dibarter misalnya dengan papan, sehingga kayu-kayunya bisa didorong ke Aceh dan berguna bagi orang banyak," kata Sutarto. Panglima berjanji akan meninjau berbagai upaya celah hukum untuk penyiasatan menukar kayu-kayu itu dengan barang bukti lain.

Ketika ditemui Tempo seusai rapat koordinasi yang berakhir tengah malam itu, Sutarto mengaku tak tahu persis berapa jumlah kayu sitaan yang menumpuk itu. "Ada ribuan ton, baik di gudang TNI di Jakarta maupun Surabaya. Sayangnya, kami tak memiliki alat pengolahan kayu-kayu itu. Jadi sayang kan, kalau kayu-kayu itu jadi membusuk dan mubazir," ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab itu, perwakilan dari Departemen Perumahan Rakyat mengeluhkan sulitnya mencari kayu di Aceh, sehingga muncul pemikiran untuk mendatangkan kayu-kayu dari Riau dengan harga khusus. "Akibat moratorium ilegal logging, sebanyak 12 pemilik hak penguasaan hutan tak beroperasi di Aceh," ujar pejabat itu.

Jojo Raharjo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jalur Darat Kota Calang Masih Sulit Dilalui
Kantor Pemerintah di Aceh Belum Bisa Aktif
Jerman Siap Bicarakan Pemotongan Utang
Negara-negara Islam Kecewa Tak Diundang KTT Tsunami
Bikin 'Gerah' Pasukan Asing, Majelis Mujahidin Diusir dari Aceh
Relawan Denmark Suling Air Bersih untuk Pengungsi
Tentara Pukul Relawan Sipil di Aceh
Muhammadiyah: Dahulukan Aceh, Baru Berkurban
Marinir AS "Duduki" Meulaboh
PKS Minta Rehabilitasi Aceh Tak Gunakan Utang
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data