|
Nasional
Pemerintah Buka Bandara Sabang
Selasa, 11 Januari 2005 | 11:09 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Pemerintah berencana akan segera membuka lapangan udara Sabang untuk mempercepat pengiriman logistik bantuan internasional maupun nasional. "Akan segera dioperasikan pelabuhan udara Sabang sebagai alternatif," kata Kepala Operasi Penanggulangan Bencana Aceh Budi Atmadji kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (11/1).
Menurutnya, mengoperasikan kembali Bandara Sabang ini karena penumpukan bantuan yang luar biasa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Polonia Medan, Hang Nadim di Batam dan Pelabuhan Tanjung Priok. Di Bandara Batam saja setidaknya 1.000 ton bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi dan tsunami Aceh menumpuk.
Ia juga mengatakan, mulai besok 500 pekerja yang didatangkan dari Jakarta untuk mngevakuasi mayat tiba di Aceh. "Kami datangkan karena para relawan, TNI yang mengevakuasi jenazah sudah mulai keletihan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, 97.674 jenazah sudah dievakuasi dan 65.594 telah dikubur, di Banda Aceh. Sedangkan berdasarkan data terakhir jumlah yang hilang akibat tsunami 131.479 dan pengungsi 391.887 orang.
Pemerintah juga akan membangun 600 tenda dalam dua minggu ini untuk para pengungsi. Setelah itu para pengungsi akan direlokasi ke 24 lokasi di Aceh. Nantinya di 24 lokasi tersebut akan dibangun kamp-kamp pengungsian semi permanen yang memiliki fasilitas lengkap seperti klinik dan sekolah. Satu kamp pengungsi bisa menampung 20 ribu orang. "Kamp-kamp tersebut mulai dibangun dalam dua minggu sampai satu bulan bulan ke depan, para pengungsi bisa tinggal di kamp tersebut sampai satu atau dua tahun," ujarnya.
Budi juga mengungkapkan Telkom sedang berusaha memperbaiki komunikasi di Kota Meulaboh yang rusak total. Rencananya hari ini Telkom akan membangun peralatan baru dan bisa beroperasi hari ini.
Poernomo Gontha Ridho
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|