Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Saksi Benarkan Tersangka Pembobol BNI Ditahan Di Luar Tahanan
Selasa, 11 Januari 2005 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Saksi Kombes Ateng Rustandi mengatakan 10 tersangka pembobol BNI berada di luar ruang tahanan Mabes Polri. Pernyataan itu diungkapkan pada persidangan kode etik kasus dugaan suap tersangka pembobol BNI kepada penyidik Polri, dengan terperiksa Brigjen Polisi Samuel Ismoko, mantan Direktur II Ekonomi Khusus Mabes Polri, Selasa (11/1).

Ia menjelaskan, pada 25 Desember 2003, selaku Perwira Menengah Pengawasan Mabes Polri, bertugas mengecek tahanan. Ternyata, di ruang tahanan, dari data 13 tersangka hanya ada tiga di dalam ruang tahanan, sedangkan 10 lainnya, di ruang pemeriksaan. Lima tahanan diantaranya, berada di lantai dua Gedung Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Sisa lima lainnya, berada di ruangan unit lima lantai tiga. Padahal saat itu, tidak ada penyidik yang memeriksa. Malahan, di lantai tiga, terlihat lima tersangka sedang makan makanan enak. Saat ditanyakan kepada petugas di ruangan itu dari mana asal kue-kue, tidak ada jawaban. Tapi, para tersangka menyatakan bahwa itu adalah kue natal.

Di ruang pemeriksaan itu juga, ada kasur dan televisi. Tetapi, Ateng mengaku tidak mencurigai perlakuan khusus yang diberikan penyidik kepada tersangka. Karena, sesuai dengan jawaban dari petugas tahanan di lantai bawah, 10 tersangka BNI sedang diperiksa di lantai atas.

Sementara itu, saksi lainnya AKBP Irman Santoso, Penyidik Perbankan Ekonomi Khusus Mabes Polri, mengatakan pimpinan (Ismoko) memerintahkan agar tersangka dipisahkan dari yang lainnya. Sehingga, tercatat 10 tersangka tidur di luar ruang tahanan. Meski dirinya mengaku pernah menanyakan kepada Ismoko soal perbedaan perlakuan, tetapi, Ismoko menjelaskan kepadanya itu adalah strategi penyidikan.

Saksi lainnya, AKBP Titin, bagian urusan dalam Bareskrim Mabes Polri, mengatakan pada 26 Desember 2003, Ismoko dan penyidik ekonomi khusus dipanggil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Polisi Erwin Mappaseng (sekarang sudah pensiun) tentang keberadaan tersangka di luar tahanan. "Waktu itu bapak marah-marah," ungkap Titin kepada Majelis Persidangan.

Titin juga pernah melihat televisi di ruang tahanan diganti dengan yang baru ukuran 24 inchi. Karena ia tahu, televisi yang sebelumnya ada di ruang tahanan gambarnya sudah jelek. Tetapi, ia katakan tidak menelusuri dari mana asal televisi itu.

Brigjen Polisi Samuel Ismoko sebagai terperiksa membenarkan 10 tahanan selama sekitar 37 hari berada di luar ruang tahanan. Mereka tersebar di lantai dua dan tiga Gedung Bareskrim. Dihadapan Majelis Persidangan ia katakan, tidak ada maksud mengistimewakan tersangka. Hal itu dilakukan untuk efektifitas waktu pemberkasan kasus. "Ditempatkan di ruang pemeriksaan memberi manfaat disamping tersangka menjelaskan keterlibatan mereka juga supaya segera tersangka mau memberi penjelasan sesuai keinginan Gubernur Bank Indonesia, KPK dan Kejaksaan Agung," jelasnya.

Ketika anggota Komisi Persidangan, Komjen Polisi Binarto mengatakan kenapa Ismoko tidak menahan mereka di ruang Provoost, di jawab Ismoko, dirinya tidak berpikir sejauh itu. Ia tegaskan tidak ada maksud pemberian fasilitas kepada tersangka. Karena dirinya sejak awal kasus mencuat di publik sudah diingatkan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar jabatannya akan dicopot kalau tidak menuntaskan kasus pembobolan BNI.

Martha Warta

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan pada acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209]. Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan dan  Direktur Utama BNI Securities, Suryo Danisworo berbincang- bincang usai acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].
Saifuddien Hasan
Suryo Danisworo dan Saifuddien Hasan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ismoko Tetap Bantah Terima Suap dari Adrian
Sidang Kode Etik Kasus BNI Digelar di Mabes Polri
Saksi: Gramarindo Palsukan Dokumen Ekspor
BNI Pertimbangkan Hapus Tagih Kredit di Aceh
Kerugian Bank BUMN Akibat Bencana Tsunami Tembus Rp 60 Miliar
Saksi Perkara Adrian Tidak Konsisten dalam Beri Keterangan
Akta Kepemilikan Tanah Diperbaharui Setelah Adrian Waworuntu Ditahan
Sidang Displin 16 Penyidik BNI, Besok
Dicky Iskandardinata : Adrian Tahu Aliran Dana ke Brokolin
Para Saksi BNI Mangkir dari BAP Polisi
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 32 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. BNI Tbk Dalam Rangka Program Rekapitalisasi Bank Umum
PP RI No. 52 Tahun 1999 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BNI Tbk, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BRI, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BTN, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Ma

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data