Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

MUI : Umat Islam Agar Menyumbang Aceh dan Berkurban
Selasa, 11 Januari 2005 | 16:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan agar umat Islam mampu menjalankan kedua kewajiban yaitu menyumbang untuk Nanggroe Aceh Darussalam sekaligus berkurban. "Keduanya memiliki kelebihan dan keutamaan (afdloliyah), dia mengutamakan menyumbang ke Aceh tapi dia juga memotong kurban. Kurban juga dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Ma?ruf Amin kepada pers di Kantor MUI Jakarta Selasa (11/1).

Ia menambahkan, jika ibadah kurban ditiadakan justru akan menimbulkan persoalan karena pedagang kambing dan sapi akan kehilangan konsumen seperti kasus parsel. "Jangan kita mengatasi persoalan dengan persoalan," ujarnya.

Sebab itu, tambahnya, umat Islam dianjurkan melakukan kedua kewajiban tersebut. "Menyumbang Aceh karena itu sangat dibutuhkan, memotong kurban itu sangat dibutuhkan dan menyangkut banyak pihak. Satu sama lain tidak bisa saling menghilangkan," tegasnya.

Ia juga menegaskan kurban tidak bisa diganti dengan uang (diuangkan) karena hakikat kurban adalah menyembelih hewan kurban sapi, kambing, kerbau atau unta yang dilakukan pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah).

Namun, tegasnya, jika mau berkurban di Aceh maka bisa dengan mentransfer uang untuk dibelikan hewan kurban di Aceh atau menyembelih di tempat dan dagingnya dibagikan ke Aceh.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana pemotongan hewan qurban hari raya Idul Adha 1421 H di Masjid Bintaro Jaya, Jakarta, Maret 2001 [ TEMPO/ Bernard Chaniago; 32D/139/2001; 20010314]. Suasana pemotongan hewan qurban hari raya Idul Adha 1421 H di Masjid Bintaro Jaya, Jakarta, Maret 2001 [ TEMPO/ Bernard Chaniago; 32D/139/2001; 20010314].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mendagri Berharap Pendataan Aparat Pemerintah NAD Selesai Akhir Bulan
Panglima TNI Minta Masyarakat Tidak Curigai Militer Asing di Aceh
Ketua MUI Anjurkan Jemaah Haji Kurban di Aceh
Kapal Pelni Angkut Bantuan Wapres
Ahli Jiwa UGM Deteksi Kejiwaan Mahasiswa Aceh
Pemerintah Buka Bandara Sabang
Bandara Sabang Diaktifkan sebagai Landasan Alternatif
Pemerintah Pusat Kirim 500 Relawan yang Digaji ke Aceh
Kayu Sitaan untuk Bangun Aceh
Jalur Darat Kota Calang Masih Sulit Dilalui
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data