Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hayono Isman Siap Merebut Ketua Umum Partai Demokrat
Selasa, 11 Januari 2005 | 19:10 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Ketua Umum Kosgoro, Hayono Isman, mengaku siap bersaing untuk memperebutkan jabatan Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres partai itu yang rencananya digelar Februari mendatang.
"Saya siap bersaing secara fair dengan kandidat lain" kata mantan Menpora ini, di Surabaya, Selasa (11/1).

Rencana maju sebagai kandidat itu, kata Hayono, sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu. Ia ertekad untuk mewujutkan Partai Demokrat sebagai partai yang bersih. Menurut Hayono, citra Partai Demokrat cukup baik karena belum terkontaminasi virus politik dan juga karena citra yang bersih dari seorang Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Jika berhasil sebagai merebut jabatan ketua umum, kata Hayono, dirinya akan mempertahankan citra tersebut. Caranya? SBY harus didukung oleh pemerintah yang bersih, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Pemerintahan yang bersih dari SBY, tidak akan ada artinya jika pemerintah daerah dijabat oleh kepala daerah yang tidak bersih" kata Hayono.Untuk itu, dalam pemilihan kepala daerah secara langsung yang dilakukan pada pertengahan tahun ini, hendaknya partai politik, khususnya Partai Demokrat bisa mengajukan calon kepala daerah yang bersih.

Hayono juga membantah bahwa upaya yang dilakukan pemerintah SBY untuk memberantas korupsi dan menciptakan pemerintah yang bersih hanya sebatas pada program 100 hari SBY. "Saya kira tidak demikian dan untuk menyimpulkan hal itu harus kita lihat setelah tiga bulan ke depan" kata Hayono.

Gagasan untuk mewujutkan Partai Demokrat sebagai partai yang bersih tersebut, menurut Hayono sudah dikemukakan langsung kepada SBY dalam pertemuan tiga bulan lalu dalam kapasitasnya sebagai anggota tim kampanye nasional Partai Demokrat. Saat itu, kata Hayono, SBY mendukung langkah tersebut. "Tetapi kedatangan saya bukan untuk minta restu dan saya tahu SBY tidak suka dengan budaya restu," kata Hayono.

Diakuinya, selama ini Partai Demokrat mempunyai kelemahan manajerial dan kepemimpinan, sehingga beberapa waktu lalu partai ini mempunyai dualisme kepimimpinan. Menurut dia, kelemahan tersebut, karena ketika Partai Demokrat berdiri lebih banyak disibukkan pada kegiatan verifikasi sebagai peserta Pemilu dan kemudian pencalonan SBY sebagai kandidat presiden. "Partai baru manapun akan menghadapi persoalan seperti itu" katanya.

Soal pencalonan sebagai ketua umum partai tadi, Hayono mengkalim telah berkomunikasi secara informal dengan sebagian besar pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) maupun DPD Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Dirinya baru akan melakukan komunikasi formal dengan para pengurus Partai Demokrat, termasuk dengan para pendiri dan DPP, setelah jadwal pelaksanaan Kongres Partai Demokrat diumumkan.

Zed Abidien


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data