|
Nasional
10.000 Mayat Belum Dievakuasi
Rabu, 12 Januari 2005 | 12:47 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Ketua Pelaksana Harian Badan Koordinasi Nasional Alwi Shihab mengatakan, diperkirakan masih ada 10 ribu mayat yang belum ditemukan di Nanggroe Aceh Darussalam sampai saat ini, terutama mayat-mayat yang tertimbun reruntuhan bangunan. Hal ini disampaikannya pada Rabu (12/1) saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Tertinggal Saifullah Yusuf serta rombongan Komisi V DPR, DPD dan para relawan serta selebritis.
Karena itu Bakornas akan merekrut kuli-kuli bangunan atau galian dari luar Aceh untuk membantu evakuasi mayat. "Fisik mereka lebih kuat sehingga dapat membantu mengevakuasi mayat-mayat yang masih tertimbun dalam reruntuhan," ujar Alwi.
Alwi menambahkan, mereka akan dibayar. Menurutnya, evakuasi jenazah bisa saja dilakukan menggunakan buldoser atau alat berat lainnya. Namun hal itu tidak dilakukan demi menghormati jenazah.
Dalam kesempatan ini Alwi kembali menegaskan rencana Bakornas segera membangun relokasi pengungsian. Dengan relokasi, Bakornas bisa lebih mudah mendata jumlah korban yang meninggal dan hilang.
Relokasi juga untuk mengurangi penderitaan dan trauma yang dialami korban, juga untuk memperbaiki kesehatan dan gizi para pengungsi. Yang lebih penting adalah mengembalikan fungsi sekolah-sekolah sebagai tempat pendidikan, tidak lagi menjadi tempat pengungsian. "Semalam dari PU (Pekerjaan Umum Aceh) menjanjikan relokasi paling cepat selesai satu bulan," ujarnya.
Dalam pertemuan ini tampak terlihat Wakil Ketua DPD Laode Ida, anggota DPR Ahmad Farhan Hamid, Adji Massaid, tampak juga pengamat ekonomi Faisal Basri serta artis Ayu Azhari dan Tri Utami.
Rencananya rombongan ini akan mengunjungi rumah sakit tempat perawatan korban, Pelabuhan Ulele dan serta tempat-tempat pengungsian.
Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|