|
Nasional
Puing Berisi Mayat Agar Dikubur Bersama
Rabu, 12 Januari 2005 | 20:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar puing reruntuhan yang masih berisi mayat agar dikubur bersama disekitar lokasi temuan. “Jika dibakar, justeru akan menimbulkan dampak kesehatan, selain kami (umat Islam Indonesia) akan dimintai tanggungjawab agama oleh negara-negara Islam,” ujar Sekretaris Umum MUI, Din Syamsuddin usai bersilaturahmi dengan 25 Duta Besar Negara Arab dan Islam di Kantor MUI Jakarta Rabu (12/1).
Soal ini mengemuka terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk pembersihan kota dari sampah dan mayat dalam waktu satu minggu. Padahal di lapangan, relawan terlihat kewalahan dalam mengevakuasi mayat, terutama mayat di reruntuhan. “Kami hargai niat pemerintah karena secar medis wabah sudah rusak dan potensial menimbulkan wabah, namun Islam tidak mengenal pembakaran mayat, karena manusia makhluk mulia,” tegas Din.
Din kemudian meminta Pemerintah melakukan langkah-langkah kongkrit, serius dan bekerja keras semaksimal mungkin untuk mengevakuasi mayat. “Kalau puing-puing diyakini sudah betul-betul tidak ada mayat, baru bisa dibakar,” kata Din.
Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|