Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Stok Darah Menipis di Aceh dan Medan
Rabu, 12 Januari 2005 | 00:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Persediaan darah yang sangat vital untuk operasi para korban selamat di Aceh dan Medan dilaporkan menipis. Rumah Sakit Umum Pirngadi, Medan, bahkan telah menyiapkan para tenaga medisnya untuk sewaktu-waktu diambil darahnya. "Saya perintahkan agar mereka selalu siap," kata Dr Syarial Anas, direktur rumah sakit itu, Rabu (12/1).

RS Pirngadi ditunjuk pemerintah untuk menangani korban bencana di Aceh. Sejak gelombang tsunami menerjang, rumah sakit itu telah menangani ratusan korban. Kini, bersama rumah sakit lain di Medan, kebutuhan darah mereka meningkat pesat. Juru bicara Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sinar Ginting, juga mengaku kekurangan stok darah. Menurut dia, seorang pasien di rumah sakitnya bahkan dalam kondisi kritis karena darah golongan AB yang dia butuhkan tak kunjung didapatkan. "Kebetulan golongan darah AB memang langka," tuturnya. Sinar mengatakan, ada 25 orang pasien korban bencana asal Aceh yang membutuhkan darah. Mereka umumnya mengalami luka-luka atau hemoglobinnya sangat rendah. Selain darah, persediaan sebagian jenis obat yang sangat dibutuhkan di rumah sakit itu pun habis. Obat-obat itu, antara lain, serum antitetanus dan obat antiinfeksi paru-paru.

Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda, Banda Aceh, sebelumnya telah melaporkan keluhan yang sama. Karena begitu banyaknya operasi, direktur pelayanan rumah sakit itu menyatakan butuh bantuan darah semua golongan sebanyak-banyaknya. "Rumah Sakit Batam telah mengirim 70 kantong darah, tapi kebutuhan terus bertambah," katanya.
Menanggapi keluhan ini, Unit Transfusi Darah Pusat berjanji akan mengirim 100 kantong darah ke Banda Aceh. Menurut Yuyun Sudarmono, direktur unit itu, sebelumnya hanya ada empat permintaan transfusi darah per hari yang bisa dipenuhi unit transfusi darah setempat.

Kendati begitu, Yuyun menganggap belum ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan adanya gerakan khusus donor darah. "Secara nasional, semua kebutuhan dapat tercukupi. Saat ini unit transfusi daerah lainnya juga siap mengirim darah ke Aceh," katanya.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari juga menyatakan, kebutuhan darah di Aceh masih cukup. Menurut dia, kebutuhan darah untuk operasi di Aceh dikirim dari Medan. "Persediaan darah masih memadai selama sebulan ke depan," katanya.

Sementara itu, satu orang kemarin dipastikan meninggal karena pneumonia (radang paru-paru) di Lhokseumawe. Empat pasien lainnya dengan penyakit yang sama masih dirawat di rumah sakit. Menurut dokter di RS Cut Meutia, Lhokseumawe, Kodrat H. Midun, sejumlah korban membutuhkan pencucian paru-paru yang kotor oleh lumpur. Namun, tak ada peralatan di rumah sakit itu.

Hamdani Oesman, direktur rumah sakit yang sama, menyatakan, ada tiga keluhan yang sangat menonjol dari korban tsunami, yakni penyakit paru-paru, luka-luka, dan trauma. Korban yang masuk ke RS Cut Meutia berasal dari Aceh Utara, Bireuen, dan kabupaten lainnya.

Hambali/Bambang S/Imran/Prabandari?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154 Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Yusril: SK Wapres Keliru dari Teknis Perundang-undangan
Sewa Rumah di Banda Aceh Melonjak
Indonesia Tolak Bantuan dari Israel
Barak Pengungsi Beroperasi Minggu Depan
Isu Tsunami, Warga Kenjeran Gelar Selamatan
Ribuan Relawan Internasional Masuk Melalui Medan
Industri Bahan Bangunan Diminta Memasok ke Aceh
Puing Berisi Mayat Agar Dikubur Bersama
Pemerintah Israel Sudah Kirim Bantuan
Penegakan Hukum di Aceh Jalan Terus
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar
Rumah Ryan di Jombang Ramai Dikunjungi Warga
Djoko Suprapto Kembali Diperiksa Polisi

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data