Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Relawan FPI Tidur di Kuburan
Rabu, 12 Januari 2005 | 01:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Front Pembela Islam (FPI) selama ini dikenal sebagai perusak tempat-tempat hiburan yang buka saat bulan puasa. Atau penggerebek tempat-tempat judi. Namu, karena tindakannya dianggap berlebihan, serta melampaui kewenangan, yang datang justru kecaman.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh, FPI justru membuahkan hasil yang menggembirakan. Relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Jurubicara Polda Aceh, Sayed Husaini, padahal selama ini FPI sering berseberangan dengan polisi. Di Aceh, FPI juga tidak terdengar bentrok dengan relawan lain, baiki sipil, militer maupun asing.

Bagaimana relawan FPI hidup di daerah bencana membantu masyarakat Aceh?

Berkaos putih dengan tulisan 'Duka Aceh, Duka Kita Semua', setiap pagi ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) keluar dari sarangnya di Taman Makam Pahlawan, kawasan Peuniti, Banda Aceh. "Ana gak bertahun baru di sini. Sudah buta ama tanggal-tanggal," kata Ustadz Mahsuni Kaloko, Kepala Operasional Relawan FPI yang menginjakkan kaki di Aceh, Kamis (30/12), bersama 3 anggotanya. Kini, total relawan FPI di Aceh mencapai 400 orang.

Mahsuni bercerita, langkah awal yang menjadi pekerjaan FPI begitu turun dari pesawat adalah membersihkan Masjid Raya Baiturrahman. "Ada 50 mayat yang saat itu terserak di sana,"ujar pria yang di Sekretariat DPP menjabat sebagai Pengurus Badan Anti Teror.

Di masjid terbesar yang menjadi ikon kota Banda Aceh itu, Mahsuni mendirikan posko bersama 175 orang lain dari HTI, FPI, PII, GPI, MMI, dan Mer-C. "Kami bekerja keras, sehingga setelah menyucikan masjid pada Jum'at (31/12), 30 jam kemudian adzan pertama berkumandang pasca bencana,"kenangnya.

Pagi pertama di tahun 2005 itu, Baiturrahman pun melaksanakan ceramah, dipimpin Sekjen MUI Din Syamsudin.
Saat itu juga Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI) Aceh meminta FPI menjaga pintu-pintu untuk menjaga kesucian masjid dari orang-orang asing yang mencoba masuk. Mereka menyeleksi siapapun yang mau masuk masjid. "Non-muslim kafir, out,"serunya saat itu.

Minggu (2/1) saat masjid itu akan dicat, FPI menyingkir ke Masjid di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banda Aceh. Ketika jumlah relawan yang datang bertambah 241 orang dengan menumpang KM Egon dan 75 relawan lainnya dengan bis dari Medan, mereka pun membuka tenda-tenda besar dan kecil yang ada di kuburan itu. Pos logistik didirikan tepat di depan TMP.

Hari-hari ini, Ketua Umum FPI Habib M. Rizieq Shihab turun langsung ke Aceh. \"Beliau sedang melakukan evakuasi di Lambro Skip,"kata Ustadz Sobri Lubis, salah satu Ketua FPI Pusat saat ditemui Tempo di tenda TMP.

Saat ini, FPI memang memrioritaskan evakuasi mayat. Untuk tugas ini pun, mereka sengaja mengambil pekerjaan yang susah. "Kami mengambil yang orang-orang tak mau sentuh,"katanya. Sobri mengaku prihatin dengan banyaknya relawan yang kurang bersungguh-sungguh melaksanakan tugas. "Meski pakai masker dan sarung tangan, mereka hanya mondar-mandir lalu mengambil foto seperti turis," kecamnya.

Sobri memaparkan, masih banyak mayat-mayat wilayah di ibukota provinsi yang belum tersentuh evakuasi. "Yang bersih cuma yang di jalan-jalan utama. Selain Lambro Skip, mayat paling banyak tercecer di Punge Blang Cut, dan Ulee Lheule. Stok peralatan dan sarana transportasi sangat terbatas. Kami dengar di PMI ada ribuan sepatu boot, tapi nyatanya habis," urainya.

Dalam rencana FPI, seorang relawan minimal harus berada di Aceh selama sebulan. Sampai kapan? "Kami akan terus bergiliran datang sampai Aceh benar-benar pulih,"katanya.

Mengenai bagaimana FPI bereaksi atas kinerja pemerintah menangani bencana di Aceh, Sekretaris DPP Ustadz Hasri Harahap mengutip pernyataan Menko Kesra saat berjumpa dengan Rizieq Shihab. "Pak Alwi mengaku TNI sudah kelelahan," ceritanya. "Kalau TNI saja sudah kelelahan, apalagi kami, yang logistiknya tak menentu. Namun FPI menegaskan bahwa pekerjaan mengevakuasi mayat ini hukumnya fardhu ain, bukan fardhu kifayah," katanya.

Hasri juga menyoroti lemahnya koordinasi antar bagian. "Koordinasi baru mulai rapi pada dua minggu terakhir ini, sebelumnya tak ada amir dalam setiap pengambilan keputusan,"ujarnya.

Selain itu, FPI meminta perhatian lebih untuk urusan fasilitas relawan dan transportasi bagi relawan. "Harusnya, kursi-kursi kosong setiap pesawat yang berangkat ke Aceh diberikan kepada relawan," katanya. Mereka juga menyoroti sikap TNI yang dinilai penduduk overacting. "Tak perlulah datang ke perempatan dengan menenteng senjata," katanya.

Hasri dan Sobri juga memaparkan beberapa kejanggalan yang dilihatnya dalam pengerahan bantuan ke Aceh. "Kami tegaskan, setiap bantuan jangan menggunakan label-label keagamaan," katanya. Himbauan itu disampaikan karena ia melihat adanya upaya berunsur SARA di balik pengiriman bantuan itu. "Di PMI kami menemukan ratusan kardus bantuan yang kemasannya bertulis Jesus Loves You,"katanya. "Kalau mau bantu ya bantu saja, jangan memberikan doktrin-doktrin. Ini kan seperti mengail ikan di air lumpur,"ujar Sobri.

Selain itu, mereka memaparkan adanya pengiriman kaos-kaos bergambar porno yang diduga dikirim dari Medan. "Ini kan merusak mental orang Aceh,"sesal Hasri.

Tentang bantuan asing, Sobri mengingatkan agar diberikan sesuai porsi yang disampaikan pemerintah. "Jangan melakukan intervensi, merusak kultur, serta mengganggu otonomisasi Syariat Islam,"katanya.

Selain evakuasi mayat, tugas berikutnya FPI adalah membersihkan masjid, merehabilitasi mental korban bencana, serta mempersiapkan pengadaan air bersih. "Kami membawa 20 ahli bor sumur dari Pasuruan,"ujar Sobri.

Keprihatinan FPI juga dialamatkan kepada stasiun televisi yang banyak menayangkan gambar-gambar kesedihan. "Ini kan tidak memberi semangat orang Aceh, malah melemahkan. Seharusnya, yang diangkat adalah orang-orang Aceh yang tetap bersemangat, sehingga bisa menularkan energi kepada mereka yang lelah,"tukas Sobri.

Apa tidak takut bermalam di kuburan? "Kami tegaskan kepada relawan FPI bahwa kita ini berjihad. Apalah artinya, tidur di makam, karena yang menunggu kita adalah mayat-mayat membusuk itu,"kata Sobri.

Jojo Raharjo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154 Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Akui Kurang Perhatikan Pengungsi Perempuan
PBB: Operasi Darurat Berjalan Lambat
Stok Darah Menipis di Aceh dan Medan
Yusril: SK Wapres Keliru dari Teknis Perundang-undangan
Sewa Rumah di Banda Aceh Melonjak
Indonesia Tolak Bantuan dari Israel
Barak Pengungsi Beroperasi Minggu Depan
Isu Tsunami, Warga Kenjeran Gelar Selamatan
Ribuan Relawan Internasional Masuk Melalui Medan
Industri Bahan Bangunan Diminta Memasok ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
UU RI No. 16 Thn. 2003 tentang Penanganan Bom Bali
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk75 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data