Wagub NAD Minta Rumah Sakit di Daerah Segera Dibuka
Kamis, 13 Januari 2005 | 11:17 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Azwar Abubakar meminta seluruh bupati di seluruh provinsi tersebut untuk segera membuka rumah sakit umum yang berada di kabuputen. "Pembukaan rumah sakit umum di tiap kabupaten ini harus sejalan dengan pembuatan rumah sakit lapangan, bantuan internasional," katanya kepada wartawan di Pendopo Gubernuran Aceh, Kamis (13/1).
Saat ini di Aceh sendiri terdapat beberapa rumah sakit lapangan yang didirikan oleh negara-negara sahabat diantaranya, rumah sakit bantuan Spanyol, Jerman, juga rumah sakit dari Palang Merah Internasional (ICRC). "Karena itu rumah sakit umum di kabupaten harus segera berfungsi," kata Azwar.
Evakuasi Jenazah
Dalam konferensi pers, ia juga mengungkapkan, jenazah yang berhasil dievakuasi pada Selasa (12/1), 3.809, yang berasal dari pantai timur 159 jenazah, pantai barat 131 jenazah, sedangkan Banda Aceh dan Aceh Besar 3.519 jenazah. Total jenazah yang berhasil dievakuasi sampai dengan 12 Januari 75.500 jenazah.
Kendala yang dihadapi dalam mengevakuasi jenazah adalah kurangnya transportasi. Sebanyak 40 truk setiap harinya beroperasi mengevakuasi jenazah di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Hari ini, proses evakuasi akan dilanjutkan di lokasi Aceh Besar yakni Lampulo dan Punge dan untuk Banda Aceh adalah wilayah Ulele Lhue dan Punge Blang Cut.
Relokasi
Mengenai relokasi kata Azwar, pemerintah masih menyiapkan 20 lokasi. Di daerah Simpang Ulim, Aceh Timur sudah 80 persen proses relokasi akan selesai. Sedangkan untuk daerah lain masih dipersiapkan.
Azwar juga menjelaskan, setidaknya ada lima wilayah yang kantor pemerintahan daerahnya rusak berat, yakni Banda Aceh, Aceh Kota, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Meulaboh. Ia memperkirakan pegawai negeri sipil di Pemda NAD, 70 persen meninggal akibat gempa bumi dan tsunami, 40 persen sampai saat ini belum ada kabar. "Yang baru hadir dan melapor hanya 40 persen," ujarnya.
Menurut Azwar, di Calang hampir seluruh kantor pemerintahan daerah hancur total. Wilayah kabupaten Aceh Jaya tersebut hanya menyisakan satu kantor kecamatan.
Poernomo Gontha Ridho





