Militer AS : Begitu Indonesia Bilang Keluar, Kami Langsung Tinggalkan Indonesia

Kamis, 13 Januari 2005 | 14:42 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Banyaknya militer asing yang saat ini berada di wilayah Indonesia untuk membantu operasi kemanusian menyebabkan pemerintah Indonesia akan segera mengeluarkan tahapan-tahapan menetapnya mereka. “Presiden segera mengeluarkan tahapan-tahapan tersebut,"ujar Marsekal Muda M Basri Sidehabi, Komandan Satuan Tugas Udara yang mengkordinir pasukan Asing yang berada di Medan saat konferensi pers dengan militer Amerika Serikat di Konsulatnya di Jalan Walikota Medan, Kamis 13/1.

Menurut M. Basri secara nasional tahapan-tahapan tersebut akan dikeluarkan untuk mengatur lamanya militer asing akan menetap di wilayah Indonesia. “Disitu akan jelas disebutkan berapa bulan mereka harus tinggal,”ujar M.Basri , yang juga menjabat Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AU.

Dalam koordinasi awal terhadap bantuan militer asing, pemerintah Indonesia mengeluarkan tiga tahapan yaitu recovery, rekontruksi, dan pembangunan. Pada tahap recovery, militer asing akan membantu evakuasi, memberi bantuan obat-obatan, tenaga medis, makanan. Pada tahap rekontruksi, militer asing akan membantu membangun infrastruktur dan memberikan tempat perlindungan kepada korban. Sementara pada tahap akhir, pembangunan akan diserahkan kepada negara yang mengerti tsunami.

Bila keadaan wilayah bencana mulai normal dan infrastruktur sudah mulai terbangun dan militer Indonesia sudah bisa menanganinya, bantuan militer asing akan dihentikan. “Tapi waktunya saya belum tahu kapan?” kata Marsekal Basri.

Menurut Brigadir Jenderal Christian Cowdrey, Wakil Senior Militer Amerika Serikat untuk bantuan Indonesia, militer AS datang ke Indonesia atas permintaan Pemerintah Indonesia untuk membantu misi kemanusian. Militer AS akan keluar dari wilayah Indonesia bila pemerintah indonesia tidak lagi membutuhkan tenaga mereka. “Begitu Indonesia bilang kami keluar, ya, kami langsung tinggalkan Indonesia,"ujar Christian Cowdrey dengan bahasa Inggrisnya. Cowdrey menolak bila disebutkan AS akan mendominasi bantuan militer asing di Indonesia.

Saat ini, setiap harinya Amerika Serikat, menurut Cowdrey mengirimkan sekitar 150 hingga 200 personil militer untuk membantu operasi kemanusiaan di Aceh. Mereka tinggal di kapal induk yang berada di perairan Aceh. Mereka akan pergi saat akan memberi bantuan dan kembali ke kapal induk menjelang petang setelah tugasnya selesai.

Sudah ada beberapa negara yang militernya sudah berada di Indonesia, seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Jerman, Malaysia, Brunei, Swiss dan Perancis. Menurut Basri, para militer asing ini akan selalu dikawal TNI setiap akan melakukan kegiatan. TNI juga telah mengirimkan perwira menengah untuk selalu mendampingi Laison Officer militer Asing dalam melakukan tugasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dari Posko Bencana Alam di Lanud Medan, sampai saat ini jumlah tentara dan relawan asing yang berada di Indonesia dalam misi kemanusian tercatat 1613 orang. Mereka antara lain 421 orang tentara Australia, Malaysia 133 tentara dan Singapura sebanyak 325 orang tentara.

Untuk mengkordinasi operasional di lapangan, TNI AU membentuk sebuah Operational Centre di Lanud Medan. Di sebelahnya juga dibuat NGO Centre untuk mengkoordinasi relawan-relawan sipil dari lembaga asing yang akan berangkat ke Aceh.

Hambali Batubara/Bambang Soed






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: