Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Posko Jalan Metal Medan Butuh Dokter
Kamis, 13 Januari 2005 | 18:56 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Posko Kesehatan Pengungsi Aceh di Jalan Metal, Medan, yang umumnya dihuni warga keturunan Tionghoa yang menjadi korban gempa dan tsunami di Aceh sangat membutuhkan dokter relawan untuk merawat korban yang banyak mendiami posko tersebut. Hal ini dikatakan Ketua Posko Kesehatan Pengungsi Aceh di Jalan Metal Medan, drg. Hartimin, kepada Tempo, Kamis 13/0.

Dalam upaya untuk melancarkan tugas kemanusiaan di
posko pengungsi itu, Hartimin mengungkapkan kalau
poskonya masih membutuhkan sejumlah dokter
sukarelawan. Padahal ketika posko tersebut dibentuk,
sejumlah dokter sudah menyatakan komitmennya
memberikan bantuan medis secara sukarela (tanpa
dipungut bayaran)."Saat ini, kami kekurangan dokter relawan. Bayangkansatu hari kami bisa menangani seratusan pasien yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh. Tenaga medis sangat dibutuhkan di posko ini,"katanya.

Pantauan Tempo di lokasi umumnya korban yang menderita
penyakit, yang telah ditangani adalah luka ganggren (luka bernanah), infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, kolera dan stres berat. Empat pengungsi diketahui mengalami gangguan jiwa karena tidak dapat menerima kenyataan yang memilukan itu. Keempatnya dua pria dan dua wanita telah dirujuk ke rumah sakit jiwa Tuntungan.

Menurut Hartimin, kalau dokter jaga untuk pukul 09.00
hingga 14.00 WIB tak ada masalah. Meski minim, bantuan
medis untuk pasien masih bisa diatasi. "Yang
merepotkan, pada pukul 14.00 hingga 21.00 WIB.
Meski sudah terdata dokter yang bersedia pada jam
tersebut, namun kenyataannya hampir seluruh dokter
yang harusnya berada di posko itu mulai pukul 14.00
hingga pukul 21.00 WIB tidak ada ditempat,"katanya. Beberapa dokter pada sorenya ada datang tapi cuma sebentar sekadar \"jual muka\" lalu pergi. Untuk itu Hartimin minta rekan-rekan seprofesinya agar dapat meringankan langkah ke posko untuk memberikan bantuan.

Sejak 30 Januari sampai saat ini, posko kesehatan
Jalan Metal sudah menangani lebih dari 1.000 pasien.
Bantuan tenaga medis setiap sore dibantu belasan
mahasiswa Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) USU. Tapi
para relawan ini hanya dapat membantu sampai 17
Januari karena liburan kuliah sudah berakhir.

Secara terpisah Ketua Koordinator Posko Jalan Metal,
dr. Andriadi menjelaskan, pengungsi yang mereka
tangani adalah dari Banda Aceh, Meulaboh, Sigli dan
Biruen. Dari ribuan pengungsi Indonesia Tionghoa
yang mereka tangani, 7.000 warga telah dirujuk
ke rumah famili atau kerabat dekat mereka. Sedangkan
lebih 200 masih menetap di posko karena tidak memiliki
famili di Medan. "Kami jadwalkan posko melayani para pengungsi dalam masa 100 hari ke depan. Selebihnya, kami berharap mereka sudah dapat mandiri. Bagi yang tidak memiliki famili dapat mencari kerja dengan bantuan para
relawan,"katanya.

Dr. Andriadi berharap para pengungsi itu nantinya dapat kembali ke kampung halaman masing-masing untuk kembali membangun daerah masing-masing. Bahkan di antara pengungsi itu sudah ada yang kembali ke Banda Aceh untuk memulai kehidupan baru dari nol.

Data yang diperoleh dari ribuan pengungsi tercatat
1.654 orang usia sekolah antara 6 hingga 20 tahun.
Sebagian besar mereka telah ditampung di
sekolah-sekolah di Medan dengan rekomendasi dari lurah
masing-masih sekolah.

Posko Jalan Metal merupakan Posko Pengungsi yang
dihuni pengungsi Indonesia Tionghioa yang menjadi
korban di NAD. Posko ini luput dari perhatian
warga karena letaknya disudut kota Medan, yang umumnya
disekitar daerah itu dihuni warga turunan Tionghoa.
Namun kesan eksklusif tidak ada disana. Bahkan bahu
membahu saling membantu. "Kami disini berupaya membantu saudara-saudara yang menjadi korban di Aceh tanpa pandang asal atau turunan. Semuanya diupayakan dirawat dengan baik,"kata Andiandi.

Bambang Soed/Hambali Batubara

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mensos Tidak Yakin Pengungsi Aceh Dapat Segera Dipindahkan
Amerika Serikat Komitmen Untuk Membantu Indonesia
Keberadaan Militer AS di Aceh Tergantung Pemerintah Indonesia
UNEP Dukung Rehabilitasi Lingkungan Pasca Tsunami
Air Laut Surut Dua Kilometer, Sebagian Warga Mengungsi
Grup Total Sumbang 400 Rumah Untuk Daerah Bencana
Satu Juta Orang Indonesia Akan Miskin Karena Tsunami
Pendidikan Masyarakat Aceh Diprioritaskan Depdiknas
DKI Jakarta akan Bantu Alat-Alat Berat untuk Aceh
Amerika Kerahkan Delapan Kapal Perang ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data