Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kalla: Panglima TNI Tidak Menolak Perintah Presiden
Kamis, 13 Januari 2005 | 21:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah penolakan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengirimkan pasukan TNI ke Aceh menunjukkan adanya perbedaan pendapat dalam pemerintahan. Menurut Kalla, untuk mempercepat pembersihan kota-kota di Aceh, Presiden Yudhoyono hanya menginstruksikan perlunya penambahan 2.000 tenaga baru.

?Saya kira itu bukan penolakan,? katanya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (13/1). Untuk memenuhi permintaan penambahan tenaga baru, ada tiga alternatif yang mungkin dikirim ke Aceh : relawan, prajurit TNI atau pekerja.

Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) mengusulkan agar pekerja yang dikirimkan. ?Karena simpel sekali pekerjaannya. Masak TNI dikirim jauh-jauh hanya untuk itu,? katanya. Sebanyak 1.000 pekerja bangunan dari Medan dan Jakarta beberapa hari lalu sudah dikirim ke Aceh guna mempercepat evakuasi dan penguburan mayat. ?Jadi tidak ada perbedaan,? tegasnya.

Alasannya lainnya dikirim pekerja, tambahnya, karena prajurit TNI masih dibutuhkan di daerah-daerah lain. Apalagi, tugas membersihkan kota ini diperkirakan hanya akan memakan waktu sebulan.

Selasa lalu (11/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pembersihan kota dan penguburan mayat-mayat di Aceh diselesaikan dalam seminggu. Untuk itu, Presiden meminta Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Polri Da'i Bachtiar menambah jumlah alat berat dan personelnya di Aceh. ?Secepatnya, dalam waktu dekat ini, akan dikirim tambahan pasukan,? kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Untuk tugas darurat ini, TNI akan mengirim tiga batalyon pasukan tambahan, sementara Polri akan mengirim satu batalyon Brigade Mobil. Dia luar itu, 1.000 taruna militer juga akan dikirim ke Aceh.

Namun usulan ini ditolak Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Panglima TNI justru mengusulkan pemerintah memanfaatkan tenaga lokal dan taruna militer. Menurutnya biaya untuk mengirimkan 3 batalyon TNI dan satu batalyon Brimob lebih baik dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Ketua Pos Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Aceh dan Sumatera Utara Irvan Edison mengatakan hingga saat ini pembersihan mayat di Banda Aceh telah mencapai 60 persen dari korban yang mencapai sekitar 70 ribu orang. Guna mempercepat pembersihan kota, baik di Banda Aceh dan kota lain, tenaga yang ada dibagi menjadi dua shift. Sehingga dapat bekerja siang dan malam.

Sapto P/Yura S?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Badan Otorita Pengelola Bantuan Aceh Perlu Dibentuk
Pembangunan Infrastruktur di Aceh Tanpa Tender
Presiden Terima Usulan Panglima TNI Soal Pembersihan Aceh
Jusuf Kalla: Keputusan Paris Club Belum Final
Posko Jalan Metal Medan Butuh Dokter
Mensos Tidak Yakin Pengungsi Aceh Dapat Segera Dipindahkan
Amerika Serikat Komitmen Untuk Membantu Indonesia
Keberadaan Militer AS di Aceh Tergantung Pemerintah Indonesia
UNEP Dukung Rehabilitasi Lingkungan Pasca Tsunami
Air Laut Surut Dua Kilometer, Sebagian Warga Mengungsi
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data