|
Nasional
Indonesia Sambut Baik Tawaran Gencatan Senjata GAM
Kamis, 13 Januari 2005 | 21:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik tawaran Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud untuk melakukan gencatan senjata dan membuka pembicaraan damai. Pemerintah Indonesia pun, kata Wakil Presiden, juga tengah mengupayakan perdamaian dengan GAM.
Dia mengatakan Indonesia berharap GAM bersedia ?turun gunung?, dan bersama-sama pemerintah melakukan rehabilitasi Aceh pascagempa bumi dan tsunami. ?Semua upaya itu sedang berjalan,? kata Wakil Presiden kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (13/1).
Soal syarat yang diajukan juru bicara GAM Sofyan Daud yang mengatakan hanya bersedia berunding selama dalam kerangka kelanjutan Perjanjian Penghentian Permusuhan (CoHA), Wakil Presiden mengatakan,? Kita tidak melihat CoHA atau apa, yang penting penyelesaian yang bermartabat. Sehingga tidak ada permusuhan antara GAM dengan pihak kita di Aceh.?
Kemarin Malik Mahmud kepada wartawan di Stockholm, Swedia, mengatakan GAM bersedia memulai pembicaraan gencatan senjata dengan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan di Aceh. ?Kami setuju bertemu pemerintah Indonesia untuk memastikan berjalannya gencatan senjata demi meminimalkan penderitaan warga Aceh,? katanya.
GAM, kata Mahmud, berharap semua bantuan kemanusiaan di Aceh dapat disalurkan tanpa gangguan. ?GAM ingin menegaskan komitmen ini kembali,? katanya. Untuk itu, GAM bersedia melakukan gencatan senjata tanpa syarat di seluruh wilayah Aceh hingga waktu tidak terbatas.
Sapto P/abc online
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|