AJI Protes Pembatasan Jurnalis Oleh TNI di Aceh

Kamis, 13 Januari 2005 | 23:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memprotes keras pembatasan jurnalis dan media yang melakukan liputan di Aceh. AJI menilai, kebijakan yang diambil Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membatasi para jurnalis dengan alasan keamanan dapat menghambat penyampaian informasi kepada masyarakat. “Kalau bagian barat Aceh terjadi sesuatu misalnya kelaparan, distribusi makanan yang tidak merata, siapa yang memberikan informasi?,“ ucap Ketua Umum AJI, Eddy Suprapto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/1).

Saat ini, sudah ada indikasi larangan bagi pengungsi untuk memberikan keterangan kepada wartawan. “Pengungsi dilarang bicara terhadap wartawan. Ini ada apa?, “ kata Eddy. Menurutnya, sudah ada ketidakpercayaan terhadap relawan dan jurnalis. Hal ini memukul psikologis relawan dan wartawan yang ada di Aceh.

Menurut Eddy, TNI seharusnya membuka akses yang luas bagi relawan dan jurnalis untuk melakukan pekerjaannya. "Pembatasan oleh TNI bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku,"katanya.

AJI menuntut pihak TNI mencabut kembali larangan pembatasan ruang gerak jurnalis di Aceh. Selain itu, TNI juga harus kembali kepada tugas utamanya, yakni, memulihkan keamanan, melindungi rakyat Aceh, serta mengefektifkan roda pemerintahan.

AJI juga menuntut TNI menghormati hak jurnalis dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan berita kepada masyarakat. TNI juga harus memberikan akses yang luas bagi tim relawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Ewo Raswa






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: