|
Nasional
Pemerintah Malaysia Harapkan TKI Kembali
Jum'at, 14 Januari 2005 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Malaysia berharap TKI (Tenaga Kerja Indinesia) yang ikut program amnesti segera kembali bekerja ke Malaysia. Ini lantaran, pemerintah Malaysia sangat membutuhkan sumber daya TKI.
Menurut Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri Malaysia Y.B. Datuk Azmi Khalid, warganya banyak yang menunggu kembali para TKI. "Masyarakat banyak yang memohon pekerja Indonesia bisa kembali," kata Izmi Khalid saat bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Fahmi Idris, Jumat (14/1) siang.
Meski dibutuhkan, pinta Khalid, para TKI kembali ke Malaysia harus dengan prosedur benar dan membawa dokumen resmi. Pemerintah Malaysia, kata dia, akan membantu TKI dengan membuatkan sistem layanan satu atap (one roof system). "Istilah kami melalui peneyelesaian satu bumbung," kata Azmi.
Wakil pemerintah Malaysia akan ditempatkan di Indonesia. Selanjutnya, perwakilan ini akan bersama dengan aparat Indonesia guna untuk mempercepat pemulangan kembali TKI ke Malaysia.
Fahmi Idris menambahkan, sistem ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah penampungan, pelayanan dokumen berupa paspor, penandatanganan kontrak kerja, sampai pemeriksaan kesehatan. "Biayanya ditetapkan tidak ada kelebihan yang harus dibayar oleh TKI," tegas Fahmi.
Kedua negara akan membentuk 14 titik untuk memudahkan pemulangan TKI. Titik-titik terbesar berada di Tanjung Pinang, Kuala Tungkal, Mataram, Pare-pare, Entikong, Nunukan, dan Dumai. Sedangkan titik yang lain berada di Belawan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Kupang, Makassar, dan Batam.
Asep Yogi Junaedi-Tempo News Room
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Polisi tim Gegana menyisir bom di lokasi ledakan bom asrama Yayasan Kemahasiswaan Mahasiswa Iskandar Muda (YKMIM)/ mahasiswa Aceh di Manggarai, Jakarta, 11 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/305/2001; 20010523].](/hg/photostock/2005/01/12/s_K1A30504_high_thumb.jpg) |
![Petugas Labfor Polri memeriksa bagian gedung yang hancur oleh ledakan bom setelah Hutomo Mandala Putra / Tommy Soeharto diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Juli 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/319/2000; 20000717]](/hg/photostock/2005/01/10/s_30d31904_high_thumb.jpg) |
| Evakuasi Korban Ledakan Bom YKMIM
|
|
| Peledakan Gedung Kejaksaan Agung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|