|
Nasional
Seto: Penculikan Anak di Aceh Memang Ada
Jum'at, 14 Januari 2005 | 16:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, membenarkan adanya penculikan anak di Nanggroe Aceh Darussalam. "Dari laporan saksi mata dan pengungsi, itu memang ada," kata dia dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (14/1).
Dia mencontohkan, di daerah Calang yang transportasinya sangat sulit, terjadi pengangkutan anak yang sakit oleh helikopter. Namun, orang tuanya tidak bisa ikut dengan alasan keterbatasan tempat. "Setelah itu tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah tentang nasib anak itu," ujarnya.
Surat kabar Washington Post dalam edisi kemarin memberitakan, World Help, sebuah organisasi misionaris yang berkedudukan di Virginia, telah membawa 300 anak Aceh ke Jakarta. Semua anak ini akan dididik secara kristen. Namun, dalam terbitan hari ini, koran Amerika Serikat itu memberitakan, bahwa rencana itu dibatalkan karena tak mendapat izin pemerintah Indonesia. Padahal, Ketua Worldhelp, sebelumnya mengaku telah mengantongi izin itu.
Menurut Seto, perlu ada koordinasi perlindungan terhadap kemungkinan penculikan anak sehingga masing-masing pihak tidak ada tarik menarik kepentingan. Ia juga mendesak pemerintah untuk segera membuat kebijakan darurat penanganan anak. Kebijakan itu terdiri dari evakuasi darurat, penjelasan informasi keluarga anak, serta penanganan psikologi.
Seto menjelaskan, dari 20 titik pengungsian yang ia kunjungi, mayoritas kurang memenuhi syarat terutama masalah nutrisi dasar, sanitasi, dan air bersih. Sementara itu, dalam jangka pendek akan dibentuk pendidikan darurat. "Kurikulum dibuat dengan memperbanyak pendekatan afektif bukan kognitif," kata Seto.
Eworaswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|