Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Menilai Koordinasi di Aceh Masih Lemah
Jum'at, 14 Januari 2005 | 21:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah hampir tiga minggu pascabencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai koordinasi, pengorganisasian dan pengendalian penanganan bencana masih lemah. Meskipun bantuan mengalir deras, tanpa koordinasi yang efektif, hasilnya tidak akan optimal.

Oleh karena itu, Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng mengatakan, Presiden Yudhoyono telah memerintahkan Menko Kesra Alwi Shihab dan Panglima TNI Endriartono Sutarto segera memperbaiki koordinasi dan organisasi operasi tanggap darurat di Aceh. ?Sehingga dalam waktu singkat hasil kerjanya dapat ditingkatkan,? kata Andi di Jakarta, Jumat(14/1).

Presiden Yudhoyono berharap, operasi tanggap darurat dapat diselesaikan dalam tiga bulan. ?Sehingga pada 26 Maret sudah dapat dimulai tahap awal rehabilitasi,? kata Andi. Dalam tiga bulan ini, diharapkan pelibatan militer asing sudah dapat dikurangi secara signifikan.

Namun Andi menegaskan, 26 Maret bukan merupakan batas akhir atau dead line bagi bantuan relawan dan militer asing. ?Tapi merupakan target,? tegasnya. Presiden Yudhoyono berharap dengan menetapkan kerangka waktu, semua elemen pemerintah mulai dari TNI, polisi, Bakornas Penanggulangan Bencana dan aparat pemerintah akan terpacu mengerahkan semua sumber dayanya untuk menyelesaikan operasi darurat. ?Yang kita harapkan, saat itu, peran pemerintah dan masyarakat sudah optimal,? katanya.

Dengan batas itu tidak berarti Indonesia menutup pintu bagi bantuan asing. Andi menjelaskan, jika masih dibutuhkan, keberadaan tenaga asing beserta peralatannya masih akan dipertahankan. ?Tapi berupa bantuan kemanusiaan non-militer. Kita harapkan, kita tidak butuh lagi (helikopter) Chinook. Kita tidak butuh lagi kapal induk beserta helikopter Saberhawk-nya, karena truk sudah bisa jalan dari Medan ke Meulaboh,? tambahnya.

Sapto P?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wakil Presiden : Keamanan Diperlukan untuk Membangun Kembali Aceh
PBB akan Kurangi Keberadaannya di Aceh
Banjir di Jakarta Tergantung Proyek Kanal Timur
Parlemen Minta Pemerintah Serius Urus 300 Anak Aceh
Seto: Penculikan Anak di Aceh Memang Ada
300 Pasukan Polri Dikirim ke Aceh
Deplu Bantah PBB Minta Komisi US$ 350 Juta
Pemerintah Bantah Tawaran Gencatan Senjata Inisiatif GAM
Deplu Telah Kirim Petunjuk Larangan Keluarkan Anak Aceh
Deplu: Tidak ada Batasan Waktu untuk Bantuan Asing
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data