Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

WorldHelp Akhirnya Batalkan Mengadopsi 300 Anak Aceh
Jum'at, 14 Januari 2005 | 22:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:WorldHelp, kelompok misionaris yang bermarkas di Virginia, Amerika Serikat, akhirnya membatalkan rencana untuk mengadopsi 300 anak yatim piatu asal Aceh yang orang tuanya menjadi korban tsunami.

Presiden WorldHelp Vernon Brewer dalam surat elektroniknya menegaskan, anak-anak Aceh yang tadinya akan diadopsi itu masih berada di Banda Aceh, tidak dibawa ke Jakarta.

Sementara itu, dalam wawancara sehari sebelumnya dan dipublikasikan di Washington Post, Brewer mengatakan bahwa anak-anak yang akan diadopsi itu telah berada di Jakarta dan pemerintah Indonesia telah memberikan izin anak-anak itu ditempatkan di rumah-rumah warga Kristen.

Ketika Washington Post akan meminta konfirmasi ke pendeta ini lagi, Brewer tidak bisa dihubungi, baik di rumah, kantor, atau telepon selulernya.

Dalam surat elektroniknya kepada harian ini, Reuters, dan Agence France-Presse, Brewer mengatakan bahwa organisasinya telah berhasil mengumpulkan dana sekitar US$ 70 ribu untuk menempatkan 50 orang anak Aceh ke warga Kristen, tapi kemudian tidak jadi melakukan hal itu pada Rabu (16/1) lalu karena pemerintah Indonesia tidak mengizinkan.

“Begitu kami mengetahui bahwa pemerintah (Indonesia) menolak penempatan anak-anak Aceh ini ke keluarga Kristen, kami segera menghentikan usaha-usaha pengumpulan dana untuk 250 orang anak lainnya,” kata Brewer.

Dalam surat elektroniknya itu, Brewer juga menyebutkan bahwa semula WorldHelp menyakini telah mendapat izin dari pemerintah Indonesia berdasarkan laporan dari mitranya di Indonesia, yakni Henry dan Roy Lantang.

Menurut dia, pada 3 Januari Lantang mengabarkan kepada WorldHelp bahwa 300 orang anak yatim piatu yang berasal dari Aceh dan berumur di bawah 12 tahun berada di bandar udara di Banda Aceh dan Medan, menunggu transportasi ke Jakarta.

“Dalam pesannya, Lantang mengatakan bahwa upaya menyelamatkan anak-anak ini terbuka untuk semua organisasi atau keluarga mana pun yang bersedia mengadopsi anak-anak itu,” kata Brewer. Kenyataannya, pemerintah ternyata melarang.

Departemen Sosial memang sudah melarang orang-orang mengambil atau mengadopsi anak-anak Aceh keluar dari wilayah itu, kecuali diambil oleh keluarga terdekat anak-anak tersebut.

Grace S. Gandhi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

5.583 orang Calon Haji Aceh Berangkat Lewat Medan
Antara Pembatasan dan Pemerasan
PNS Aceh yang Hilang Digaji 12 Bulan
PBB Tidak Setuju Sikap Worldhelp
Posko Medan Tetap Terima Bantuan Luar Negeri
Presiden Menilai Koordinasi di Aceh Masih Lemah
Wakil Presiden : Keamanan Diperlukan untuk Membangun Kembali Aceh
PBB akan Kurangi Keberadaannya di Aceh
Banjir di Jakarta Tergantung Proyek Kanal Timur
Parlemen Minta Pemerintah Serius Urus 300 Anak Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data