Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Pantau Langsung Penerimaan Pajak Tiap Hari
Jum'at, 14 Januari 2005 | 00:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memantau secara langsung penerimaan pajak negara setiap hari. Tujuannya, untuk menegakkan transparansi dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak dan bea cukai.

Direktur Jendral Pajak Hadi Purnomo menyatakan, Presiden telah meresmikan penggunaan ruangan untuk memonitor secara langsung penerimaan pajak di kantornya. Proses pemantauan ini dilakukan dengan memasang sebuah televisi
plasma yang menampilkan perkembangan penerimaan pajak setiap detiknya di ruang kantor Presiden. "Hari ini kami memasang tv plasma di ruang Bapak Presiden untuk memonitor penerimaan pajak detik per detik,"katanya, usai bertemu Presiden di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jum'at (14/1).

Menurut Hadi, Presiden dapat memantau perkembangan penerimaan pajak dari Istana, mulai jam 07.00 hingga 24.00 WIB. "Data yang diterima Presiden sama
dengan yang saya lihat tiap hari secara real time,"ujarnya. Tapi Hadi tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut, apakah pemasangan televisi plasma
atas inisiatif Dirjen pajak atau permintaan Presiden. "Ya kami sama-samalah,"katanya. Yang penting adalah, menurut Hadi, Dirjen Pajak ingin berlaku
secara transparan dalam hal penerimaan pajak. "Itu sesuai motto kami,"katanya.

Dengan sistem ini, sekitar 30 ribu pegawai pajak akan merasa terawasi kerjanya. Sehingga dapat bekerja secara optimal untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah. "Kami siap untuk dimonitor,"kata Hadi. Dia mengakui, meski telah diawasi langsung oleh Presiden tidak menutup kemungkinan masih terjadinya penyimpangan penerimaan pajak.

Karena penyimpangannya terjadi jelas di depan mata. Seorang pengusaha, mengaku diperas oleh pegawai pajak Rp 1 miliar. "Saya bawakan sendiri uang dengan kardus indomie, pegawai pajak itu tenang saja menyuruh meletakkan di dekat meja kerjanya, dan cuma ditutupi koran, uang segitu banyaknya, gile bener,"kata seorang pengusaha yang tak mau disebut namanya.

Bila hal di atas benar terjadi, menurut Hadi, pelakunya harus dikenakan penegakan hukum pidana. "Memangnya kalau rumah kita sudah dikunci ada jaminan gak akan ada kemalingan,"katanya.

Menurut Hadi, pengawasan langsung Presiden ini merupakan langkah awal dari pemerintah untuk menegakkan tata kelola perusahaan yang baik atau good
corporate governance
(GCG). Ada interaksi antar instansi pemerintah, interaksi pemerintah dengan pelaku bisnis, dan pemerintah dengan masyarakat.

Sistem pemantauan penerimaan pajak, menurut Hadi, menggunakan teknologi informasi sebenarnya sudah beberapa waktu lalu diterapkan. Bekerja sama
dengan 86 bank di seluruh Indonesia, pihaknya melakukan Monitoring Pelaporan Penerimaan pajak (MP3). "Dua tahun kami susun IT (Information Technology)-nya,"ujarnya.

Menurut Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, meski Presiden sangat fokus untuk penanggulangan bencana tsunami di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, tidak berarti melupakan tugas-tugas utama
dalam agenda 100 hari pemerintahan. "Yaitu transparansi dalam hal bea cukai, pajak, dan BUMN,"katanya. Sehingga Presiden menginginkan ketiga instansi itu bekerja lebih efektif lagi untuk meningkatkan penerimaan negara.

Pemasangan sistem pemantauan ini, akan memudahkan Presiden untuk memastikan bahwa semua proses yang ada berjalan secara baik, sesuai undang-undang dan target penerimaan dari sektor pajak dapat terlampaui.

Andi memastikan bahwa sistem monitor penerimaan pajak di kantor Presiden terjamin kerahasiaannya. Menurutnya, hanya Presiden yang bisa mengakses secara langsung monitor pemantauan. "Dengan menggunakan sidik jari Presiden. Jadi tidak ada yang bisa mengaksesnya selain Presiden,"katanya.

Dirjen Pajaki menyatakan dari pemantauan monitor bersama Presiden, hingga jam 15.15 WIB, penerimaan pajak tahun ini telah mencapai Rp 12,145 triliun. "Dengan sistem begini, Presiden bisa melihat penerimaan pajak.
Sehingga bisa langsung menanyakan kepada kami bila penerimaan pajak kurang begitu tinggi,"katanya.

Menurut dia, target penerimaan pajak tahun ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 255 triliun. Sedangkan penerimaan pajak
tahun lalu mencapai Rp 239 triliun, atau lebih besar Rp 400 miliar dari target APBN yang sebesar Rp 238, 6 triliun.

Yura Syahrul / Sapto Pradityo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan koordianator Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat, Hotman Paris Hutapea yang akan  menyampaikan ketidaksetujuan Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219]. Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].
Susilo Bambang Yudhoyono dan Hotman Paris Hutapea
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Menilai Koordinasi di Aceh Masih Lemah
Pulau Nias dan Simeuleu Sudah Sampai Tahap Rehabilitasi
Presiden Perintahkan Kirim Pasukan Tambahan ke Aceh
Soetardjo Soerjogoeritno Minta Presiden Tegur Wapres
Soal Posisi GAM Pemerintah Tekan 6 Duta Besar Asing
Pasukan Asing di Bawah Koordinasi Panglima TNI
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
Pemerintah Indonesia Buka Kemungkinan Pembicaraan Damai dengan GAM
Lagi, Mahasiswa Diculik
Presiden akan Kunjungi Kolinlamil
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data