Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

BMG Mataram: Waspadai Munculnya Gusty
Sabtu, 15 Januari 2005 | 14:53 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Badan Meteorologi dan Geofisika Selaparang Mataram mengingatkan bahaya munculnya gusty (angin cepat yang muncul sesaat) di daratan Nusa Tenggara Barat.

Gusty muncul akibat adanya angin bertekanan rendah di utara Papua yang kemudian memicu angin barat di daratan Nusa Tenggara dan Bali.

Angin cepat tersebut, biasanya muncul pada puncak musim hujan, Januari dan Februari. Selain itu, di tengah puncak hujan, tapi debitnya di bawah normal, sebagaimana yang terjadi di Lombok dan sekitarnya, satu pekan ini.

"Makanya kami memberi peringatan ke masyarakat agar mewaspadai gusty," tegas Sutrisno, Kepala Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram, di kantornya, Sabtu (15/1) siang.

Sutrisno menjelaskan, gusty biasanya muncul sewaktu-waktu dan bisa membahayakan perumahan penduduk, penerbangan dan sebagainya. Sebab kecepatan angin ini mencapai 30-40 knot atau sekitar 70 kilometer per jam dengan jangka waktu tidak lebih dari 2-3 menit.
"Ya tentu bisa memporakporandakan barang yang diterjangnya.”

BMG Selaparang, lanjutnya, telah meminta warga yang tinggal di kampung nelayan waspada, pada pekan-pekan ini. Sebab, jika gusty datang tinggi gelombang air laut bisa mencapai 3-5 meter.

Mengenai munculnya angin kencang yang terjadi di
kawasan Cemara, Kabupaten Lombok Barat, dua pekan lalu, Sutrisno minta agar masyarakat tidak cepat panik.

Sebab, meningkatnya angin laut di pantai Cemara
itu bukan karena tsunami, tapi pengaruh dari gusty.
Dalam catatan BMG Selaparang, tiga tahun ini, terjadi angin puyuh sebanyak tiga kali. Yaitu dua kali di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (dua kali) yang memporakporandakan sedikitnya 18 rumah dan satu orang meninggal. Satu lagi di kampung nelayan di Tanjung Karang. sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Israel Akan Lanjutkan Pengiriman Bantuan ke Aceh
Pimpinan DPR Rapat Bahas SK Wapres Soal Aceh
Rektor Unisba Didesak Mahasiswa Perhatikan Mahasiswa Asal Aceh
5.583 orang Calon Haji Aceh Berangkat Lewat Medan
Antara Pembatasan dan Pemerasan
PNS Aceh yang Hilang Digaji 12 Bulan
WorldHelp Akhirnya Batalkan Mengadopsi 300 Anak Aceh
PBB Tidak Setuju Sikap Worldhelp
Posko Medan Tetap Terima Bantuan Luar Negeri
Presiden Menilai Koordinasi di Aceh Masih Lemah
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data