|
Nasional
Perbaikan Jaringan Air Bersih di Aceh Butuh 2 Tahun
Minggu, 16 Januari 2005 | 19:18 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Pembangunan kembali infrastrukur air bersih di Nanggroe Aceh Darussalam yang hancur karena gempa diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat dua tahun. Adapun dana yang dibutuhkan sekitar Rp 1,5 triliun. “Beberapa stasiun pengolahan air ada yang selamat tetapi jaringan pipa distribusi air, sistem sanitasi, dan juga fasilitas air minum hancur total dan tidak bisa dipergunakan lagi,” ujar Sekjen Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia, Abimanyu, Minggu (16/1) di Solo, Jawa Tengah.
Menurut Abimanyu, selain merusak hampir seluruh sistem jaringan air bersih yang ada, dan mencemari lingkungan, gempa dan tsunami juga mengubah daerah serapan air. Sementara ini untuk penyediaan air bersih bagi puluhan ribu warga Aceh dalam jangka pendek adalah dengan cara memanfaatkan sumber air bawah permukaan. “Kalau mengandalkan air sumur, sudah kemasukan air laut yang terkontaminasi dengan berbagai bakteri jelas riskan," ujar Abimanyu, yang juga Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Solo ini
Organisasinya saat ini tengah mengupayakan untuk mendapatkan dana dari dunia internasional, termasuk Bank Dunia untuk membiaya rehabilitasi seluruh infrastruktur air bersih di Aceh. Untuk membantu pengadaan air bersih, Perpamsi telah mengirimkan sejumlah pompa air. “Posko pengendalian air bersih Perpamsi ada di Medan dan Meulaboh,” ujarnya
Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|