|
Ekonomi dan Bisnis
Pengamat: Konsolidasi Perbankan Hendaknya Disertai Fleksibilitas
Senin, 17 Januari 2005 | 07:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pramukti Surjaudaja, Presiden Direktur PT Bank NISP Tbk berpendapat, konsolidasi perbankan hendaknya tanpa paksaan dan tetap memberikan fleksibilitas pada perbankan. Langkah itu tak mudah dilakukan karena mempersyaratkan kesamaan karakteristik antar bank yang terlibat.
"Sebaiknya BI tidak memaksa dengan menentukan bank mana dan dengan siapa melakukan konsolidasi," ujar Pramukti ketika dihubungi melalui telepon semalam (Minggu, 16/1). Menurut dia, mencari kesamaan karakteristik seperti budaya dan strategi hanya bisa dikenali oleh bank bersangkutan. "Seperti orang mencari jodoh saja. Yang tahu mana yang diinginkan, serta cocok atau tidak, tentunya orang bersangkutan."
Namun, dia mengakui wajar bagi BI jika akan menentukan bank mana saja yang pantas menjadi anchor bank dan bank mana saja yang akan merger.
Bank Indonesia akan memberikan insentif bagi bank-bank yang akan melakukan akuisisi atau merger. Rencana tersebut merupakan salah satu upaya pendukung untuk mempercepat konsolidasi perbankan nasional.
"Kami akan memaparkan pada publik minggu ini," kata Kepala Biro Gubernur Bank Indonesia Rizal A Djafaara akhir pekan lalu. Menurut dia, sejumlah insentif yang akan diberikan kepada perbankan adalah soal aturan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) dan risiko manajemen perbankan.
Selain memberikan insentif, menurut Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, upaya pendukung lainnya adalah menerbitkan ketentuan khusus yang mengikat bagi bank-bank dengan kriteria tertentu untuk segera melakukan konsolidasi. Dengan langkah ini, BI berharap perbankan nasional hanya diisi bank yang punya komitmen dan kemampuan tinggi yang secara optimal berperan dalam pembangunan nasional.
Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|