|
Nasional
KWI dan PGI Tolak Terlibat Program Worldhelp
Senin, 17 Januari 2005 | 17:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) menolak segala usaha untuk menyalahgunakan misi kemanusiaan sebagai cara Kristenisasi di NAD. Mereka juga menolak terkait dengan Worldhelp yang diberitakan akan mendidik 250 anak korban tsunami di Aceh untuk dijadikan umat Kristiani. ?Kami tidak mengenal dan tidak punya jaringan kerja dengan Worldhelp,? ujar Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif KWI, Senin (17/1) di Kantor KWI Jakarta Pusat.
Ikut hadir dalam konperensi pers KWI dan PGI, Masdar Masudi (pimpinan NU), utusan PP Muhammadiyah, Ulil Absor Abdalah (Jaringan Islam Liberal) dan beberapa lembaga lainnya.
Dalam pernyataan persnya, mereka menyerukan pada komunitas Kristen internasional agar membantu anak-anak korban bencana tsunami dengan memakai jalur kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah maupun lembaga-lembaga keislaman lainnya. Mereka juga mendukung upaya pemerintah untuk mencegah anak-anak korban bencana tsunami untuk keluar dari Aceh.
Dalam berita yang dirilis Washingtonpos.com tanggal 13 Januari, Worldhelp merencanakan mengambil 250 anak-anak korban tsunami untuk dididik di yayasan milik kelompok misionaris ini. Mereka juga sudah menyiapkan dana ribuan dollar untuk membawa anak-anak ini ke Jakarta. Namun niat Worldhelp ini ditentang banyak pihak di Amerika Serikat.
Sutarto?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|