Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Antisipasi Aparat Menjarah, Provoost Polisi dan TNI Operasi Gabungan
Senin, 17 Januari 2005 | 22:10 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kepolisian Nanggroe Aceh Darussalam dan Kodam Iskandar Muda menurunkan tim gabungan dari polisi militer dan provoost untuk berpatroli di seputaran Kota Banda Aceh. Untuk mengantisipasi kemungkinan keterlibatan anggota kedua instansi tersebut dalam aksi penjarahan terhadap rumah-rumah yang telah ditinggal penghuninya akibat gempa dan tsunami. "Operasi gabungan ini sehubungan dengan adanya informasi aparat keamanan melakukan penjarahan,"kata Kepala Kepolisian Resort Kota Banda Aceh Eko Daniyanto, saat ditemui di ruang kerjanya di Banda Aceh, Senin (17/1).

Meski begitu, Eko mengaku belum menemukan bukti keterlibatan aparat keamanan dalam aksi penjarahan yang semakin meresahkan warga. Berbeda dengan Eko, seorang aparat kepolisian yang menolak namanya ditulis mengaku melihat beberapa anggota TNI ikut mengangkut barang-barang yang tinggalkan pemilik toko. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga rekan kami,”kata polisi itu.

Menurut Eko, hingga kini pihaknya sudah menangani tiga puluh kasus penjarahan toko dan rumah warga yang ditinggal penghuninya. Barang-barang yang dijarah umumnya berupa sepeda motor yang ikut terbawa arus tsunami, spare part kendaraan, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga dan emas. "Ada beberapa kendaraan yang saat ini kami tahan karena tidak dapat menunjukkan suratnya,"kata Eko.

Pengamatan Tempo, di halaman belakang Polresta Banda Aceh terlihat sejumlah sepeda motor yang diberi garis polisi. Selain itu juga terlihat dua truk tabung elpiji. “Diduga barang-barang itu hasil jarahan sehingga diamankan disini,” kata Eko.

Jajaran kepolisian, kata Eko, sudah menurunkan 608 personilnya untuk mengawasi Kota Banda Aceh. Namun, kata dia, polisi hanya berpatroli di daerah kota. “Tidak mungkin kami menjaga setiap kampung karena keterbatasan personil,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan barang-barang jarahan di bawa keluar Banda Aceh, kata Eko, polisi telah menutup tiga jalur menuju Kota Banda Aceh. Ketiga jalur itu yakni di Krueng Raya, Lamteumen dan Lambaro. Di ketiga lokasi itu polisi dilengkapi dengan Armada Pengangkut Ringan (APR) yang dilengkapi senapan mesin. “Mereka tetap stand by di ketiga titik itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Mayor CAJ Ahmad Husein membantah keterlibatan aparat TNI dalam aksi penjarahan. "Tidak ada anggota TNI yang ikut menjarah. Saya setiap hari ikut memantau perkembangan di lapangan. Saya belum menemukan buktinya,"kata Husein.

Yuswardi A. Suud

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Latihan terjun lewat udara ke laut pada demo kemampuan infiltrasi laut pasukan Kostrad yang dinamai pelepon intai keamanan/ Tontaikam, (tampak prajurit sedang melakukan penyerangan lewat laut) di Teluk Jakarta, 26/06/01 [TEMPO/ Rini PWI; 20010626]. Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Djali Jusuf (kedua kiri), Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel AY Nasution (kiri), Panglima TNI, Jenderal Endriartono Sutarto (tengah) dan masyarakat Aceh berdoa bersama usai melakukan sujud syukur di Lapangan Sudirman Lhokseumawe, Aceh Utara. Selasa, 10 Desember 2002.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030123]
Djali Yusuf, AY Nasution dan Endriartono Sutarto
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Depsos Minta Kepolisian Usut Worldhelp
DPR Desak Amandemen UU Tentang APBN 2005
Jerman Tawarkan Rawat Pasien di Kapal
Indonesia Perlu Undang-undang Darurat Bencana
Komunitas Kristen Indonesia Tolak Kristenisasi ala World Help
Menlu Hassan Bantah Misi Diplomatik Gagal
Ernest Young Akan Audit Bantuan Luar Negeri
Tebing Air Terjun Longsor, 2 Tewas
Pasukan Australia Tinggal Sampai Tak Diperlukan
Dokter Sipil Diharap Gantikan Tentara Australia
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data